Memiliki tanaman hias memang menyenangkan. Sudut rumah yang semula kosong dapat terasa lebih hidup hanya dengan beberapa pot tanaman. Namun, merawat tanaman ternyata tidak selalu semudah menikmati keindahannya. Di tengah pekerjaan, kuliah, perjalanan, dan berbagai aktivitas sehari-hari, banyak penghobi tanaman hias yang tidak memiliki cukup waktu untuk rutin memeriksa kondisi tanaman mereka. Akibatnya, kondisi media tanam sering kali baru diperhatikan ketika tanaman mulai menunjukkan gejala, seperti layu atau mengalami perubahan pada bagian daunnya.
Permasalahan tersebut menjadi semakin relevan seiring berkembangnya kegiatan urban farming di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tahun 2023, terdapat sekitar 13.019 rumah tangga yang menjalankan urban farming di Indonesia. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan menanam di lingkungan perkotaan bukan lagi sekadar aktivitas sampingan. Namun, semakin banyaknya masyarakat yang menanam juga menghadirkan tantangan baru, terutama bagaimana tetap memperhatikan kondisi tanaman di tengah aktivitas yang semakin padat.
Bagi penghobi tanaman hias, salah satu tantangan dalam perawatan adalah mengetahui kondisi media tanam sebelum tanaman menunjukkan gejala. Tidak semua orang memiliki waktu untuk melakukan pengecekan secara berkala, sementara penggunaan alat pengukur tertentu juga dapat terasa kurang praktis untuk dilakukan setiap hari. Berangkat dari persoalan tersebut, Tim PKM-K IPB University mengembangkan inovasi bernama AQUAMOOD, sebuah indikator visual yang dirancang untuk membantu pengguna memantau kondisi pH media tanam dengan cara yang lebih sederhana.
AQUAMOOD merupakan boneka hidrogel berbasis antosianin bunga telang yang dikembangkan sebagai indikator pH berbasis visual tanpa baterai pertama di Indonesia. Produk ini memanfaatkan kemampuan alami antosianin bunga telang yang sensitif terhadap perubahan pH. Ketika kondisi pH berubah, pigmen antosianin dapat menunjukkan perubahan warna. Prinsip sederhana inilah yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah produk yang memungkinkan pengguna memperoleh informasi mengenai kondisi media tanam melalui pengamatan visual.
Cara penggunaan AQUAMOOD pun dirancang agar memberikan kemudahan dalam aktivitas merawat tanaman. Pengguna cukup meletakkan AQUAMOOD pada media tanam, kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi dan menyesuaikannya dengan skala pH pada kemasan. Respons visual dapat diamati dalam waktu sekitar 1 hingga 2 menit. Bagi penghobi tanaman yang memiliki aktivitas padat, konsep ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih praktis tanpa harus selalu menyiapkan alat elektronik atau melakukan prosedur pengukuran yang kompleks.
Di balik penggunaannya yang sederhana, AQUAMOOD tidak dikembangkan hanya berdasarkan konsep perubahan warna. Tim melakukan pengujian terhadap radius efektif, kelembapan, berbagai jenis tanah, hingga kesesuaian respons AQUAMOOD dengan pH meter tanah. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa sensitivitas AQUAMOOD lebih ditujukan terhadap perubahan pH tanah, bukan semata-mata dipengaruhi oleh faktor lain. Pengembangan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa kepraktisan produk tetap berjalan berdampingan dengan proses pengujian ilmiah.
AQUAMOOD juga dapat digunakan berulang dan dipindahkan ke media tanam lain selama masih berada dalam masa kerja optimalnya. Setelah kemasan sachet dibuka, produk direkomendasikan untuk digunakan hingga sekitar tujuh hari. Pembatasan tersebut diterapkan karena, seperti produk atau alat lainnya, AQUAMOOD memiliki kapasitas kerja optimal. Dengan sistem penggunaan tersebut, satu AQUAMOOD dapat membantu pengguna melakukan pemantauan pada beberapa tanaman tanpa harus langsung menggunakan produk baru.
Perjalanan AQUAMOOD kini tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan dan pengujian produk. AQUAMOOD telah mulai dipasarkan ke berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Bogor, Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Sukabumi, Bandung, Malang, Riau, hingga Bali. Persebaran ini menunjukkan bahwa AQUAMOOD mulai menjangkau masyarakat di berbagai daerah untuk membantu pelaku urban farming dan penghobi tanaman hias dalam merawat tanaman dengan lebih mudah. Dengan pendekatan penggunaan yang praktis dan berbasis perubahan warna, AQUAMOOD diharapkan dapat membantu pengguna tetap memperhatikan kondisi media tanam, terutama di tengah aktivitas sehari-hari yang padat.
Pada akhirnya, AQUAMOOD berangkat dari persoalan yang mungkin terdengar sederhana: bagaimana tetap memperhatikan tanaman ketika kehidupan sehari-hari begitu padat? Bagi penghobi tanaman hias di perkotaan, merawat tanaman tidak selalu berarti harus memiliki banyak waktu luang atau perangkat yang rumit. Dengan pendekatan visual, tanpa penggunaan baterai, serta cara penggunaan yang praktis, AQUAMOOD menawarkan alternatif untuk membantu penghobi tanaman lebih mudah memperhatikan kondisi media tanam. Dari sebuah bunga telang hingga sebuah indikator visual, AQUAMOOD menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir ketika masalah kecil dalam kehidupan sehari-hari mulai diperhatikan dengan lebih serius.
***
Reporter: Felia Nazwa Khairunnisa
Editor: Neng Apap Apiani





Tambahkan Komentar