ETIFRESH : Stiker Cerdas Teknologi “Pengawet” Alami Buah Temuan Mahasiswa IPB

Banyak dari kita yang melabeli “pengawet” sebagai hal yang negatif dan patut dihindari. Alasannya sederhana: takut kandungan kimianya berdampak pada kesehatan tubuh. Padahal, proses pengawetan (dengan menambahkan muatan pengawet seperti silica gel) sangat diperlukan pada beberapa komoditas, terutama komoditas pangan. Ketahanan komoditas perlu dipertahankan apabila kita ingin melakukan proses pengiriman jarak jauh. Komoditas yang paling memerlukan “pengawetan” adalah buah-buahan.

Selama ini, komoditas pangan yang memiliki metode pengawetan dengan bantuan silica gel adalah makanan ringan. Namun, kita harus membuka mata bahwa kasus food waste yang berasal dari buah mencapai 45% dari total seluruh produksi buah di dunia. Di Indonesia sendiri, sekitar 30% dari total produksi buah dapat terbuang sia-sia akibat susut pascapanen, kerusakan, atau tidak terserap pasar. Sebagai negara yang berada pada urutan ke-6 sebagai negara produsen terbesar di dunia, tentu angka ini menjadi momok bagi perkembangan isu SDGs poin ke-12 di Indonesia. Hal ini selaras pada tema pelaksanaan ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2026 yang dilaksanakan di Universitas Diponegoro (Undip).

Membawa teknologi inovasi yang dapat membantu pengawetan buah klimakterik (buah-buah yang mudah busuk seperti; pisang, alpukat, dan mangga) selama 23 hari, Tim PKM-K IPB memperkenalkan inovasi bernama ETIFRESH. Dengan membawa konsep sebuah stiker yang dapat memperlambat laju pembusukan buah, ETIFRESH dapat menjadi solusi terutama bagi pengiriman buah jarak jauh.

Jika biasanya buah yang dapat mengalami proses pengiriman jarak jauh diperlakukan dengan cara diletakkan dalam kardus yang diberi lubang agar buah bisa “bernapas”, seperti proses pengiriman buah pir dan apel, ETIFRESH dapat membantu pengiriman buah-buah yang lebih sensitif terhadap pembusukan dengan menjalani proses pengiriman dengan jarak yang sama.

Sumber: Narasumber

Secara sederhana, ETIFRESH bekerja layaknya “pawang” buah di dalam kemasan. Bentuknya berupa stiker lembaran yang hanya perlu ditempelkan di bagian dalam kardus atau wadah penyimpanan buah. Cara kerjanya sangat komprehensif karena mengandalkan tiga perlindungan utama (Triple Protection System) yang bekerja secara bersamaan di dalam ruang penyimpanan:

  • Menangkap “Hormon Penuaan” (Kontrol Etilen): Buah klimakterik (seperti mangga, pisang, dan alpukat) terus mengeluarkan gas etilen setelah dipetik. Gas inilah yang memicu buah cepat matang dan akhirnya busuk. ETIFRESH menggunakan bahan zeolit alam yang pori-porinya sudah diisi senyawa KMnO4 . Tugasnya adalah menyerap dan mengoksidasi (menghancurkan) gas etilen yang terperangkap di dalam kardus, sehingga proses pematangan buah bisa ditunda.
  • Menyerap Kelembapan Ekstra: Ruang penyimpanan yang tertutup rapat pasti akan menjadi sangat lembap akibat penguapan dari buah. Di sinilah Silika Sekam Padi pada stiker bekerja. Material berpori tinggi ini akan menyedot uap air berlebih sehingga kondisi udara di sekitar buah tetap stabil dan tidak basah.
  • Menangkal Jamur Pembusuk (Antijamur Alami): ETIFRESH juga dilengkapi dengan ekstrak daun sirih. Kandungan senyawa eugenol di dalamnya berfungsi sebagai tameng antijamur alami yang akan menghambat tumbuhnya patogen atau bibit penyakit pada kulit buah selama disimpan.

Selain ketiga fungsi di atas, stiker ini juga dibekali dengan Smart Saturation Indicator atau alarm visual. Kamu tidak perlu menebak-nebak apakah stikernya masih berfungsi atau tidak. Saat ditempel, stiker yang aktif akan berwarna ungu. Seiring berjalannya waktu, stiker telah menyerap banyak gas serta kelembapan, warnanya akan perlahan berubah memudar hingga menjadi cokelat bata (terracotta brown), yang menandakan bahwa stiker tersebut sudah jenuh dan harus diganti.

ETIFRESH tak hanya berfokus pada penggunaan massal seperti pengiriman buah jarak jauh untuk petani (produsen) dan distributor buah. Lebih dari itu, stiker “ajaib” ini juga dapat dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga untuk menyimpan persediaan buah-buahan di rumah. Dengan harga yang relatif terjangkau, Rp25.000,- untuk 12pcs stiker dan Rp45.000,- untuk 75pcs stiker. ETIFRESH dapat memberikan solusi praktis “buah antibusuk” dengan harga yang ekonomis karena bahan yang digunakan berasal dari limbah padi dan daun sirih. Bahan yang digunakan sudah terjamin alami dan aman. Penggunaannya pun tidak memengaruhi rasa buah yang disimpan. Mengedepankan slogan “Awet Segarnya”, ETIFRESH dapat menjadi solusi dari berbagai permasalahan food waste pada produk buah-buahan. Produk stiker “ajaib” ini juga sudah bisa dibeli melalui sosial media dan e-commerce official ETIFRESH.

***

Reporter: Agusta Aura Ekifara

Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.