Perkenalkan Kopi Asli Sukapura ke Meja Wisatawan, Mahasiswa KKNT IPB University Bawa UMKM SKP ke Coffee Camp Vol. 3

Mahasiswa IPB University yang tergabung ke dalam program Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi (KKN-T Inovasi) sukses memperkenalkan kopi asli Desa Sukapura melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kopi Sukapura (SKP) di ajang Coffee Camp Vol. 3.

Kegiatan ini merupakan event tahunan kopi bergengsi yang dilaksanakan di Pinus Ecopark, Desa Sukapura, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, pada 2-3 Agustus 2025. Desa Sukapura memiliki kekayaan budaya dan potensi besar dalam pengembangan kopi lokal, khususnya melalui UMKM SKP yang dikelola langsung oleh pemiliknya, Jasam.

Mengusung tema “Berdistraksi Kopi”, Coffee Camp tahun ini menghadirkan berbagai pihak mulai dari petani, UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum. Semangat untuk melanjutkan program “Dari Kebun Kopi ke Meja Wisatawan”, keikutsertaan UMKM SKP menjadi wujud nyata dari misi mahasiswa KKN-T IPB University untuk memperluas pemasaran kopi pasca panen khas Desa Sukapura. Tahun ini, Coffee Camp berhasil menjalin hubungan kerja sama dan bermitra langsung dengan Astra serta IPB University, khususnya Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim.

Sumber Gambar: Narasumber

UMKM SKP yang dikelola oleh Jasam selama ini dikenal sebagai salah satu penggerak utama pengolahan kopi di Desa Sukapura. Proses roasting masih dilakukan secara manual menggunakan kayu kopi sebagai bahan bakar sehingga menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang berbeda dengan kopi hasil mesin modern. “Saya sangat berterima kasih karena teman-teman (tim KKN-T IPB) sudah memilih dan membantu SKP agar lebih berkembang dan dapat dikenal lebih luas oleh pihak luar desa,” ujar Jasam penuh haru dalam persiapan menuju Coffee Camp Vol. 3.

Keputusan membawa UMKM SKP ke event besar ini tentu bukan tanpa alasan. Tim KKN-T IPB menilai bahwa SKP memiliki daya tarik yang kuat karena menjadi UMKM kopi tertua di Desa Sukapura sekaligus tetap menjaga cita rasa lokal yang berbeda dari kopi lain. Mahasiswa KKN-T IPB University memberikan pendampingan dengan memperbarui kemasan dan label produk yang semula sederhana menjadi lebih modern, sekaligus menanggung biaya produk yang dipasarkan.

“Produk kopi yang dibawakan ke Coffee Camp sudah kami bayarkan sehingga dari pihak SKP tidak mengeluarkan dana sepeserpun untuk pembukaan stand, penjualan produk, dan segala macamnya di Coffee Camp Vol. 3,” jelas Ghaniyah selaku perwakilan tim KKN-T IPB University.

Sumber Gambar: Narasumber

Pengalaman mengikuti Coffee Camp memberikan pelajaran berharga sekaligus momen yang berkesan. “Pengalaman paling berkesan selama mengikuti (menjadi bagian dari panitia) Coffee Camp adalah kesempatan untuk belajar dan mengenal lebih dalam tentang kopi,” ujar Ghaniyah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai sarana bertukar ilmu dan pengalaman.

“SKP dirasa masih perlu mengembangkan pemasaran produknya ke pasar digital agar dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat tanpa mengenal batasan ruang.” tutur Ghaniyah, salah satu anggota tim KKN-T IPB University.

Meski berhasil menarik perhatian, tim KKN-T IPB University menilai masih ada langkah yang perlu ditempuh agar SKP mampu bersaing dengan produk kopi modern. Harapannya, partisipasi SKP di Coffee Camp Vol. 3 menjadi batu loncatan untuk memperluas jejaring pemasaran serta meningkatkan penjualan. Selain itu, keikutsertaan ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi UMKM lain di Desa Sukapura untuk semakin dikenal oleh masyarakat luas.

***

Reporter: Putri Elsa Amelia Silalahi

Editor: Neng Apap Apiani

Sumber Gambar: Narasumber

 

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.