Kotalk IPB: Kesehatan Mental Mahasiswa di Tengah Pandemi

Sabtu (12/9), Koran Kampus IPB University menyelenggarakan Koran Kampus Talkshow (Kotalk) dengan mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa Selama Masa Pandemi”. Kegiatan yang diadakan secara daring lewat platform Zoom dan YouTube ini menghadirkan Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, Sp.KJ. Ia merupakan seorang psikiater, penulis, sekaligus Ketua dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa DKI Jakarta sebagai narasumbernya.

Dalam pemaparan materi yang berlangsung selama 46 menit ini, dr. Nova menjelaskan bagaimana pandemi yang tengah kita hadapi dapat membawa pengaruh buruk terhadap kondisi psikologis. Terutama bagi mahasiswa di tengah perkuliahan daring.

Secara umum, “Lazim bagi mahasiswa untuk mengalami peningkatan distress psikologis di awal masa perkuliahan. Mengingat di waktu tersebut mereka mengalami peralihan dari jenjang akademik SMA ke dunia perkuliahan yang jauh berbeda,” ungkapnya.

Perombakan sistem menjadi pembelajaran jarak jauh akibat pandemi memperburuk stres yang dirasakan oleh mahasiswa. Selain itu, coping strategy untuk melepaskan stres yang biasa dilakukan mahasiswa sebelumnya, seperti bertemu teman-teman atau mengunjungi tempat umum tidak bisa lagi dilakukan selama masa pandemi.

Berdasarkan survei yang dirilis oleh lembaga amal yang bergerak dalam bidang kesehatan mental anak dan remaja asal Britania Raya, Young Minds, 83% responden menyatakan bahwa kondisi kesehatan jiwa mereka memburuk selama masa pandemi. Penutupan sekolah, hilangnya rutinitas, dan terbatasnya koneksi sosial menjadi penyebab utama.

Hal senada juga terlihat dari survei yang dilakukan oleh Changzhi Medical College di Cina. Akibat dari Covid-19 ini, 24,9% dari 7.143 responden mengalami kecemasan dalam level yang beragam. Studi yang dilakukan oleh Cao et al. menemukan bahwa 25% sampel menunjukkan gejala kecemasan. Gejala kecemasan ini dipicu oleh berbagai hal, seperti kekhawatiran akan keterlambatan akademik, kondisi ekonomi yang terdampak oleh pandemi, dan kegiatan sehari-hari yang terhalang.

Untuk menyiasati pengaruh buruk dan gejala kecemasan yang muncul selama pandemi, dr. Nova memberikan kiat-kiatnya. Pertama, latihan pernafasan dalam, perlahan, dan berulang sehingga mampu mendatangkan ketenangan bagi diri. Selain itu, penting untuk mengalihkan fokus pada “waktu ini” dan “di tempat ini”, dibandingkan mencemaskan masa depan secara berlebihan.

Menanamkan pikiran positif juga diperlukan karena pikiran akan terefleksikan dalam perasaan dan perilaku. Hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan aktivitas fisik sederhana, seperti berjalan kaki dengan tetap menjaga jarak, membersihkan rumah, dan lain-lain. Aktivitas tersebut mampu meningkatkan hormon endorfin dalam tubuh.

Bicara dengan orang yang dapat dipercaya dan berempati atau profesional dalam bidang psikologi juga dapat menjadi solusi. Terakhir, jangan lupa untuk selalu menerapkan kontrol infeksi, misal dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Fotografer: Kurnia Intan Permata
Editor: Putri Arum Puspitasari

Miranda Oktaviani

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.