MALAYSIA – Tantangan gelombang panas serta keterbatasan lahan di kawasan perkotaan kini bukan lagi penghalang untuk menciptakan sektor pertanian yang produktif dan bernilai. Menjawab tantangan tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi Internasional IPB University menghadirkan inovasi modernisasi urban farming di Malaysia. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Muhammad Anhar, S.Pi., M.E., tim mahasiswa lintas disiplin berhasil memadukan teknologi Internet of Things (IoT) dan pengembangan platform digital untuk mengoptimalkan operasional serta komersialisasi hasil pertanian.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa IPB University bermitra langsung dengan Jauhar Urban Farming (JUF). JUF merupakan komunitas pertanian perkotaan berbasis mahasiswa yang lahir dari kolaborasi antar-asrama (Mahallah Halimah, Siddiq, dan Maryam) di International Islamic University Malaysia (IIUM), Gombak, Selangor. Sejak berdiri pada 2021, komunitas ini konsisten mengubah lahan-lahan tidur di lingkungan kampus menjadi kebun fertigasi produktif.
Menanggapi cuaca ekstrem di Malaysia, jadwal penanaman fisik di lahan disesuaikan pada pagi hari dan sore menjelang malam. Mengingat waktu terang di Malaysia berlangsung lebih lama hingga pukul 19.30 malam, efisiensi kerja di lapangan menjadi kunci utama. Untuk itu, sistem perawatan tanaman dioptimalkan melalui otomatisasi IoT berbasis timer dan kontrol otomatis.
Penerapan teknologi ini memungkinkan proses penyiraman serta pemberian nutrisi berjalan secara otomatis tanpa mengharuskan mahasiswa turun ke lahan setiap hari. Selain mengoperasikan sistem, tim mahasiswa juga bertanggung jawab melakukan pemeliharaan rutin, pembaruan aplikasi, serta penyegaran perangkat keras agar seluruh ekosistem IoT tetap berfungsi optimal di tengah kondisi cuaca yang ekstrim. Keunggulan inovasi smart farming ini juga berhasil membawa JUF menyabet jajaran penghargaan bergengsi, seperti Juara 1 Kategori AI & Juara 2 Overall pada International Technopreneur Invention and Exhibition Conference (I-TIEC) 2026, serta Juara 3 pada IoT Incubator TOP Agropreneur Pitching Competition.
Kerja kolaboratif ini tidak hanya menyasar aspek teknis budidaya, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis dan manajemen digital. Kelompok yang diperkuat mahasiswa dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), Sekolah Bisnis (SB), dan Ilmu Komputer (Ilkom) ini merancang serta merilis situs web operasional resmi untuk JUF.
Situs web tersebut difungsikan sebagai etalase dan saluran penjualan online bagi produk-produk unggulan JUF. Hasil panen seperti mentimun segar dipasarkan dengan harga sekitar 3 Ringgit (Rp15.000) per kilogram dan dapat dipesan secara praktis melalui integrasi layanan pesan instan. Selain mentimun segar, JUF juga mengembangkan diversifikasi produk seperti benih mentimun, acar mentimun (pickled cucumber), hingga keripik mentimun (cucumber chips). Untuk menjamin keberlanjutan usaha, mahasiswa turut menyusun dokumen analisis bisnis meliputi Business Model Canvas (BMC), analisis SWOT, serta sales kit guna memperluas jangkauan pasar JUF ke jejaring mitra yang lebih luas.
Melalui perpaduan otomatisasi berbasis IoT dan penguatan pemasaran digital ini, program KKN Internasional IPB University tidak hanya berhasil memodernisasi urban farming di kampus IIUM, tetapi juga membangun model pertanian perkotaan yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan secara ekonomi maupun lingkungan.
****
Reporter: Ananda Ayu Pertiwi
Editor: Neng Apap Apiani




Tambahkan Komentar