Bogor, 3 September 2026 – Aksi simbolik #HitamkanIPB kembali digelar oleh sejumlah perwakilan mahasiswa IPB pada Kamis (3/9/2026). Aksi ini menjadi bentuk keresahan dan kekecewaan mahasiswa terhadap kondisi negara saat ini, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan pandangan mereka terhadap berbagai situasi yang tengah terjadi. Lebih dari 100 mahasiswa/i menggunakan pakaian serba hitam dalam penyampaian aspirasi yang disimbolisasikan melalui aksi tersebut.
Hal yang melatarbelakangi aksi ini adalah keresahan para mahasiswa terhadap segala ketidakadilan di negara ini yang tak kunjung berhenti, dan juga sebagai bentuk refleksi atas rangkaian peristiwa kelam yang terus berulang, jelas Hilmy Abdul Menteri Aksi dan Propaganda BEM KM IPB. Ia menilai negara belum banyak belajar dari sejarah, sebab pola kekerasan dan tindakan represif terhadap pihak-pihak yang memperjuangkan hak orang lain masih terus terjadi hingga saat ini.
Dhimas Yudistira, anggota Kementerian Aksi dan Propaganda BEM KM IPB selaku ketua pelaksana, menerangkan bahwa aksi yang bertepatan dengan hari Kamis ini turut mengambil simbolisasi dari aksi Kamisan, yang selama ini identik dengan penggunaan pakaian hitam sebagai bentuk refleksi dan penyampaian keresahan. Koin IPB menjadi titik kumpul aksi dengan formasi setengah lingkaran, sementara banner yang ditempatkan di bagian depan serta replika makam yang ditaburi bunga menjadi simbol dari matinya harapan.
Aksi diawali dengan long march mahasiswa dari CCR menuju Koin IPB dengan membawa banner dan menyuarakan jargon-jargon semangat. Setibanya di Koin IPB, sejumlah perwakilan mahasiswa, mulai dari mahasiswa baru IPB hingga perwakilan BEM wilayah, menyampaikan orasi mengenai keresahan terhadap kondisi negara. Selain orasi, mahasiswa juga membacakan puisi serta monolog yang menggambarkan kekhawatiran terhadap keadaan bangsa. Di tengah rangkaian aksi tersebut, nyala lilin turut menjadi simbol harapan sekaligus gambaran atas keresahan yang ingin disampaikan mahasiswa melalui #HitamkanIPB.
Pada akhir aksi, mahasiswa serentak untuk bersama-sama membacakan ikrar dan tuntutan aksi yang dipimpin oleh Muhammad Abdan selaku Presiden Mahasiswa IPB. Berikut adalah empat tuntutan dalam pernyataan sikap KM IPB kepada Pemerintahan Prabowo Gibran:
1. Usut tuntas pelanggaran HAM yang belum selesai
2. Hentikan polarisasi, perbenturan masyarakat serta keterlibatan ormas yang menimbulkan konflik horizontal
3. Dorong upaya pemerintah dalam mitigasi siklus karhutla serta tegakkan pertanggungjawaban atas kerusakan ekologis
4. Wujudkan reforma agraria
Abdan juga menerangkan harapannya terhadap aksi yang telah terlaksana pada hari itu. “Satu hal yang kami harapkan, tentu ini menjadi salah satu bentuk eskalasi pergerakan kami. Bahwa kesadaran dan juga jiwa-jiwa perjuangan tidak hanya berhenti dari satu orang saja, tapi harus bertambah 10 orang, 100 orang, 1.000 orang, bahkan ratusan ribu orang. Maka perubahan besar itu bisa terjadi karena bertambahnya orang-orang yang terus berjuang. Harapannya dengan adanya aksi ini, semakin banyak orang-orang yang lebih peduli, lebih kritis, dan juga lebih terbangun bagaimana kita bisa memperjuangkan kebenaran, kebermanfaatan, dan juga hak-hak yang memang harus diperjuangkan,” ujarnya menutup sesi wawancara bersama Reporter Koran Kampus IPB.
***
Reporter : Habiburrahman Awaludin, Mutia Khafid
Editor : Asni Kayla






Tambahkan Komentar