Inovasi Mahasiswa IPB: Bangun Instalasi Akuaponik untuk Terapi Siswa ADHD dan Berkebutuhan Khusus di SMK Gombak Setia

MALAYSIA — Mahasiswa IPB University yang tergabung dalam Kelompok 04 KKN-T Inovasi Internasional Gelombang Malaysia resmi menyelesaikan rangkaian program pengabdian kepada masyarakat di Selangor dan Kuala Lumpur, Malaysia. Program yang diusung berfokus pada penguatan digitalisasi media edukasi serta penerapan pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) melalui kolaborasi dengan mitra lokal, Malaysian Institute of Sustainable Agriculture (MISA). 

Tim mahasiswa yang terdiri dari Alvin Arlianto (Agribisnis), Ramiro Izza (Manajemen), Aditya Karuniawan (Ekonomi Sumberdaya & Lingkungan) dari Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), serta Satria Aziz (Ilmu Keluarga & Konsumen) dari Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), berkolaborasi langsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang Muhammad Anhar, S.Pi., M.E.

MISA Agroecology Center, yang berpusat di Jalan Gombak, Kuala Lumpur, dikenal sebagai organisasi non-pemerintah yang aktif mengampanyekan agroecological farming sejak 2013. Dipimpin oleh Mr. Hud Bin Sulaiman, MISA telah menggarap lebih dari 50 proyek dan membina 500 petani. Meski demikian, dokumentasi serta media edukasi digitalnya dinilai masih memerlukan optimalisasi.

Melihat celah tersebut, Kelompok 04 merancang strategi penguatan media edukasi digital sekaligus terjun langsung mempelajari praktik natural farming bersama tim teknis MISA seperti Mr. Syam, Mr. Jamil, dan Mr. Syukur.

“Kami diajarkan dari dasar, mulai dari teknik harvesting sayuran organik seperti edamame, pakcoy, dan kailan, serta menyemai benih selada air, selada hijau, dan selada merah, hingga pembuatan pupuk organik alami berbahan fermentasi seperti IMO (Indigenous Microorganisms) dan FAA (Fish Amino Acid),” ujar perwakilan Kelompok 04, Alvin Arlianto.

Salah satu program unggulan yang diusung kelompok ini adalah pembangunan instalasi akuaponik di Program Pendidikan Khas Integrasi (PPKI) SMK Gombak Setia, Kuala Lumpur. Berkolaborasi dengan MISA, International Islamic University Malaysia (IIUM), dan Yayasan PETRONAS, fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung 67 siswa berkebutuhan khusus, termasuk anak-anak dengan kondisi Autism, Down Syndrome, dan ADHD.

Di bawah arahan Koordinator PPKI Ibu Nurul Fatimah Binti Kilat, pembangunan sistem akuaponik berlangsung selama lima hari secara bertahap. Proses diawali dari perakitan rangka besi, pembuatan kolam ikan dan filter, pemasangan weed barrier mat serta instalasi listrik, hingga tahap akhir berupa uji kebocoran dan pemindahan ikan ke dalam kolam.

Pembangunan akuaponik ini difungsikan sebagai sarana terapi sensorik, motorik, serta pengembangan kemampuan psikomotorik dan kemandirian siswa. Para siswa diajak terlibat aktif dalam setiap proses, mulai dari membantu tugas-tugas ringan hingga mempraktikkan langsung penanaman bibit selada ke dalam media akuaponik.

Tidak hanya berfokus pada sekolah inklusif, mahasiswa IPB University juga membangun 12 unit planter box berbahan dasar genteng bekas di area MISA Agroecology Center untuk memperluas kapasitas tanam. Selain itu, mereka melakukan studi lapangan (field study) ke Kebun Komuniti Taman Selayang Mutiara serta Laman Impak MAIWP FC untuk mempelajari aplikasi teknologi budidaya ikan sistem bioflok.

Untuk memperdalam wawasan wirausaha dan teknologi masa depan, tim mahasiswa bersama pimpinan MISA turut menghadiri pameran teknologi arsitektur bertaraf internasional, ARCHIDEX 2026. Di sana, mereka mengeksplorasi inovasi urban farming, teknologi hidroponik modern, material ramah lingkungan, serta pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam desain berkelanjutan.

Aspek pertukaran budaya turut dihayati mahasiswa melalui agenda cultural visit dengan menghadiri pesta pernikahan adat lokal (Kenduri Kawin). Pengalaman ini memberikan gambaran langsung mengenai eratnya akulturasi budaya Melayu dan nilai-nilai Islami di Malaysia yang memiliki kemiripan erat dengan tradisi Minang di Indonesia.

Di akhir periode program, penguatan media digital yang dirancang Kelompok 04 membuahkan hasil signifikan. Lewat akun media sosial @growatmisa, konten edukasi pertanian berkelanjutan berhasil menembus lebih dari 129.800 tayangan (views) dan menjangkau lebih dari 8.000 penonton unik dalam jangka waktu satu bulan, sekaligus dipublikasikan melalui berbagai rilis berita massa.

Melalui integrasi antara edukasi digital, pertanian berkelanjutan, kepedulian sosial inklusif, dan diplomasi budaya, program KKN Internasional IPB University ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi MISA maupun masyarakat luas di Malaysia.

***

Reporter: Ananda Ayu Pertiwi
Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.