Selama hampir satu bulan penuh, Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University menjalankan misi pengabdian masyarakat internasional di kawasan Chow Kit, Kuala Lumpur, Malaysia. Menyasar anak-anak imigran tanpa dokumen resmi yang menimba ilmu di Buku Jalanan Chow Kit (BJCK), kelompok mahasiswa ini hadir membawa berbagai inovasi edukasi dan pendekatan berbasis empati untuk membakar semangat belajar siswa.
Latar belakang para siswa yang mayoritas berasal dari keluarga rentan menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa IPB University. Menghadapi kondisi tersebut, Tim KKN-T Kelompok 06 malaysia tidak sekadar datang memberikan materi akademis saja, , melainkan merancang pembelajaran interaktif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
Salah satu fokus utama pengabdian ini adalah pengenalan sains dan lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Melalui praktik eksperimen sederhana seperti reaksi letupan bersoda hingga listrik statis balon, para siswa diajak memahami fenomena sains secara langsung. Tak hanya itu, mengusung identitas IPB University yang lekat dengan dunia pertanian, tim ini menghadirkan program Nutritious Planting. Anak-anak diajak menanam cabai, okra, dan tomat ceri secara mandiri untuk menumbuhkan kepedulian terhadap keberagaman pangan.
Untuk membekali siswa menghadapi tantangan zaman, Kelompok KKN IPB University juga menggelar workshop literasi digital bagi siswa tingkat atas. Materi yang disampaikan berfokus pada cara menggunakan media sosial secara aman, bijak, dan bertanggung jawab. Di samping itu, pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan ditanamkan melalui program Si Bijak Wang, yang mengajarkan anak-anak membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta pentingnya menabung sejak dini.
Guna menjaga keseimbangan emosional dan fisik para siswa, mahasiswa IPB University turut menyelipkan edukasi gaya hidup sehat dan memberikan pengenalan mengenai dunia perkuliahan untuk memotivasi cita-cita mereka. Melalui sesi Art Activity, anak-anak diberikan ruang bebas untuk mengekspresikan perasaan mereka lewat karya seni tangan dan surat refleksi. Di luar program utama, tim juga aktif mendampingi kelas membaca, bimbingan matematika harian, hingga mendukung pelaksanaan talkshow publik yayasan.
Menghadapi siswa yang kerap datang dalam kondisi lelah karena harus membantu orang tua bekerja selepas sekolah, Tim KKNT ini memilih pendekatan yang fleksibel. Para mahasiswa memposisikan diri sebagai pendengar yang baik (active listener) dan teman bermain, sehingga ruang kelas menjadi tempat yang aman dan membahagiakan bagi anak-anak.
Pengalaman mengabdi di negeri jiran ini memberikan pembelajaran mendalam bagi seluruh anggota Kelompok KKN IPB University. Mereka tidak hanya dilatih untuk beradaptasi dengan dinamika lapangan yang beragam, tetapi juga belajar mengasah kepekaan sosial dan empati.
Lewat aksi nyata ini, KKNT IPB University berhasil membuktikan bahwa pendidikan adalah tentang merawat kemanusiaan dan membukakan pintu harapan bagi masa depan anak-anak imigran di Kuala Lumpur.
***
Reporter: Ananda Ayu Pertiwi
Editor: Neng Apap Apiani




Tambahkan Komentar