Sidareja — Bagi anak-anak usia sekolah dasar, selembar uang jajan sering kali dipandang sederhana, karena jika dipegang hari ini, maka harus habis hari ini juga. Di tengah gempuran tren jajanan modern dan kemudahan konsumsi instan saat ini, anak-anak semakin cepat berinteraksi dengan uang namun belum dibekali pemahaman cara mengendalikannya. Tanpa disadari, kebiasaan menghabiskan uang tanpa perencanaan sejak kecil berisiko membentuk mentalitas konsumtif yang terbawa hingga dewasa. Fenomena inilah yang mendorong urgensi pemberian edukasi finansial terstruktur sejak dini agar anak mampu memilah mana prioritas dan mana sekadar pemuas mata.
Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University Desa Sidareja tergerak untuk mencari jalan keluar dari permasalahan ini. Tim yang beranggotakan Alif Arwinanda Ahsan, Naraya Puti Kinanti, Mahsa Tania Sora, Fadia Syakira Mustaniroh, Hasni Ainni Nafshah, Dera Pebriana, Rima Bela, dan Husein Naransyah ini turun langsung ke lapangan untuk membuktikan bahwa pemahaman dasar mengenai uang bisa diajarkan lewat aktivitas yang penuh keceriaan. Melalui pendekatan yang segar, interaktif, dan penuh petualangan, mereka merancang program edukasi terstruktur bertajuk Kelas Literasi Keuangan yang dikemas khusus agar ramah di telinga anak-anak sekolah dasar.
Tujuan utama dari program ini adalah membentuk kebiasaan mengelola uang yang baik, jujur, dan bertanggung jawab sejak dini. Untuk mewujudkannya, tim mahasiswa mengadopsi kurikulum “JA Our Community”. Kurikulum ini merupakan sebuah program edukasi finansial berskala internasional yang memang dirancang khusus untuk anak-anak usia sekolah dasar agar mereka dapat memahami peran pekerjaan, konsep komunitas, serta bagaimana roda perekonomian lingkungan sekitar berputar.
Menariknya, seluruh kegiatan dalam Kelas Literasi Keuangan ini dirancang sepenuhnya bebas dari perangkat digital. Tim mahasiswa sengaja menggunakan alat peraga fisik dan pendekatan tatap muka langsung agar para siswa dapat terlibat aktif secara motorik tanpa perlu bergantung pada ketersediaan gawai maupun koneksi internet.
Untuk merealisasikan ide tersebut, pada 22 hingga 23 Juli 2026, Tim KKNT Inovasi IPB University berkolaborasi dengan pihak SDN 01 Sidareja dalam rangkaian materi dan praktik langsung. Sebanyak 40 siswa kelas lima hadir dengan antusiasme tinggi selama dua hari pelaksanaan program. Sesi pelatihan berlangsung dua arah karena anak-anak tidak sekadar mendengarkan penjelasan konvensional, tetapi aktif dan berani mengangkat tangan, berdiskusi, serta saling berbagi pendapat dengan para mahasiswa.
Materi esensial seperti membedakan antara kebutuhan mendesak dan keinginan yang bisa ditunda, cara mencari nafkah yang jujur, hingga pengenalan peran pemerintah serta pajak dalam masyarakat disampaikan lewat metode bercerita yang jenaka. Salah satu sesi yang paling menguras kreativitas adalah saat setiap siswa ditantang untuk membuat dan menghias celengan fisik mereka sendiri dari awal. Aktivitas ini bukan sekadar kelas kerajinan tangan biasa, melainkan media belajar nyata untuk menanamkan komitmen menabung. Melalui celengan buatan sendiri tersebut, anak-anak diajarkan konsep disiplin untuk menyisihkan sebagian uang jajan di awal, bukan menyisakan sisa uang yang terlanjur habis dipakai.
Tanpa terasa, materi Literasi Keuangan yang awalnya terdengar serius berubah menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi semua dan tentu melahirkan momen-momen berkesan yang mengundang gelak tawa. Respons polos khas anak-anak bermunculan saat mereka diuji dalam permainan interaktif untuk memilih barang apa saja yang benar-benar harus dibeli, menunjukkan cara berpikir kritis mereka yang perlahan mulai berkembang setelah dua hari dibimbing oleh Tim KKNT Inovasi IPB University.
Program edukasi ini pun membuahkan hasil nyata yang sangat terukur. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan, skor rata-rata literasi keuangan siswa melonjak dari 8,05 menjadi 8,87, dengan 62,5% siswa terbukti mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan. Capaian ini menunjukkan bahwa para siswa kini mulai memahami konsep komunitas kerja, mampu memprioritaskan kebutuhan secara logis, serta memiliki kesadaran tinggi untuk mulai menabung sejak dini melalui wadah yang mereka buat sendiri.
Mengingat masa pengabdian mahasiswa terbatas oleh waktu, keberlanjutan kebiasaan baik ini kini digantungkan pada semangat para siswa untuk terus mempraktikkan ilmu yang didapat di kehidupan sehari-hari, sehingga bekal edukasi keuangan yang ditanamkan sejak dini tersebut diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan mereka. Langkah ini juga menjadi bagian penting dari upaya besar tim KKNT Inovasi IPB University dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkembang dan berkelanjutan di Desa Sidareja, di mana melalui kemandirian finansial yang dipupuk sejak bangku sekolah dasar, generasi muda kelak diharapkan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan mampu menggerakkan roda perekonomian desa secara bijak di masa depan.
***
Reporter: Rika Nur Amanah
Editor: Neng Apap Apiani





Tambahkan Komentar