Ketika Mimpi Tumbuh di Tengah Tambang: Mining Mission di Rumpin

Lembaran buku menjadi saksi ribuan mimpi dan cita-cita. Di dalamnya, tersimpan gambaran tentang masa depan yang mereka inginkan, jauh dari kehidupan pertambangan yang selama ini dekat dengan keseharian. 

Pertambangan memiliki peran penting dalam menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menggerakkan perekonomian. Namun, di balik peran tersebut, terdapat sisi lain yang turut membentuk kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Keberadaan aktivitas pertambangan tidak hanya memengaruhi kondisi lingkungan, tetapi juga turut membentuk lingkungan sosial tempat anak-anak tumbuh dan memandang pendidikan serta masa depan. 

Bagi sebagian besar anak yang tumbuh di daerah pertambangan, bekerja menjadi salah satu pilihan yang paling dekat serta menjanjikan. Pilihan tersebut kemudian mulai membentuk pola pikir mereka tentang pendidikan dan masa depan. Keinginan untuk segera bekerja dan memperoleh penghasilan membuat pendidikan jangka panjang terasa kurang menjanjikan. Begitu pula bagi anak-anak di SDN 03 Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Anak-anak lahir dan tumbuh di tengah masyarakat yang belum sepenuhnya menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Hal ini membuat ruang untuk mengenal pilihan masa depan menjadi terbatas. Mereka terjebak di bawah bayang-bayang pekerjaan tambang yang keras dan kasar. Seolah, pilihan arah menuju jalan lain samar. Di tengah gelapnya bayang-bayang itu, tim IPB University hadir dengan membawa pelita terang melalui Mining Mission

Hadir melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), Mining Mission tidak sekadar mengajak anak-anak untuk memiliki cita-cita. Program ini tidak hadir untuk menjauhkan mereka dari lingkungannya, melainkan agar mereka lebih mengenalnya. Mining Mission berupaya mengubah cara pandang mereka terhadap lingkungan, diri sendiri, dan masa depan. Upaya untuk memperluas cara pandang tersebut kemudian dirangkai dalam tiga misi: Eksplorasi, Ekspresi, dan Ekspansi. 

Pada tahap pertama atau Misi Eksplorasi, anak-anak diajak untuk mengenal dan memahami konteks lingkungan di sekitar mereka yang didominasi oleh aktivitas pertambangan.Anak-anak diberi materi mengenai apa saja sumber daya yang dapat dimanfaatkan, bagaimana cara pemanfaatannya, hingga dampak apa yang dapat ditimbulkan. Harapannya dengan eksplorasi ini anak-anak dapat memahami bagaimana pertambangan mempengaruhi kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan. 

Tahap selanjutnya, anak anak diajak untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan rasa aman untuk mencoba keterampilan baru. Mereka diajarkan untuk punya mimpi dan bebas berekspresi. Dengan mimpi dan rasa percaya diri yang besar, anak-anak akan terdorong untuk mengenal potensi diri dan mau mencoba hal baru sehingga mereka dapat melihat bahwa potensi diri tidak terbatas pada apa yang selama ini mereka temui di lingkungan sekitar. 

Setelah mengenal lingkungan dan menggali potensi diri, anak-anak kemudian diajak untuk memperluas pandangan melalui Misi Ekspansi. Mereka didorong untuk mulai menentukan cita-cita, membayangkan kehidupan yang ingin mereka capai, hingga merangkai langkah yang dapat dilakukan untuk mencapainya. Pada tahap ini, mimpi tidak lagi berhenti sebagai angan-angan, tetapi mulai disusun menjadi tujuan dan rencana. Harapannya dengan menentukan cita-cita sedini mungkin, anak-anak memiliki lebih banyak pilihan dan kesempatan untuk meraihnya.

Perjalanan panjang tersebut kemudian dituangkan dalam Mining Book. Buku interaktif yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk mencatat pengalaman, melakukan refleksi, dan mengekspresikan berbagai hal. Setiap lembar menjadi rekam jejak perjalanan mereka mulai dari mengenal lingkungan, menemukan potensi diri, hingga berani membayangkan masa depan. Buku ini pula yang kemudian menjadi jembatan antara anak-anak dan orang tuanya, mempertemukan mimpi yang mereka tuliskan dengan apa yang orang tua harapkan.

***
Reporter: Alda Muyassaroh
Editor: Neng Apap Apiani

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.