Kembali ke Fitrah Kampus Tani : BEM KM IPB Sambut Hari Tani dengan Mengadakan Konsolidasi Aksi Massa Menuju DPR RI

Menyambut Hari Tani tanggal 24 September 2026, BEM KM IPB gaungkan ajakan aksi massa yang turut diwarnai dengan aksi theatrical di depan gedung DPR RI. Sebelum aksi dilaksanakan, pihak BEM KM IPB menyebarkan undangan terbuka untuk melaksanakan konsolidasi nasional membahas eskalasi Reformasi Agraria pada Selasa, 22 September 2026. Meski RUU Reforma Agraria telah disahkan tepat sehari sebelumnya, BEM KM IPB merasa banyak yang harus dikuliti dari hadiah pemberian pemerintah pada Hari Tani kali ini.

Adapun pada konsolidasi, BEM KM IPB menekankan pengawalan penuh terhadap perkembangan UU Reforma Agraria melalui lima tuntutan utama. Tuntutan ini nyatanya diklaim sebagai hasil kajian yang telah dilakukan selama setahun masa kepengurusan dengan konsultasi salah satu perumus UU Reforma Agraria sendiri, bukan hasil diskusi kemarin sore.

Chalis Ghufttama, Menteri Kajian Aksi dan Strategi BEM KM IPB, memaparkan lima tuntutan yang dibawakan pada aksi Hari Tani:

  • Wujudkan Reforma Agraria Pada Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan.
  • Tuntaskan Konflik Agraria dan Pulihkan Ruang Hidup Rakyat.
  • Hentikan Represi dan Kriminalisasi dalam Konflik Agraria.
  • Prioritaskan APBN untuk Petani, Nelayan, dan Ekonomi Rakyat.
  • Bangun Kedaulatan Pangan Tanpa Merampas Ruang Hidup Rakyat.

Konsolidasi melibatkan diskusi terbuka bersama perwakilan BEM wilayah dan universitas lainnya, terutama mengenai isi dan diksi yang digunakan dalam draf tuntutan. BEM KM IPB menekankan bahwa seluruh pihak harus dapat memahami setiap poin dengan baik sehingga tuntutan mereka dapat dipertanggung jawabkan. Terdapat beberapa perwakilan BEM wilayah yang mengajukan saran terkait draf tuntutan. Salah satunya adalah perwakilan BEM Fakultas Kehutanan dan Lingkungan serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang mengusulkan penjelasan lebih mendetail mengenai definisi Petani gurem pada sektor Kehutanan serta Kelautan.

Konsolidasi kali ini berlangsung cukup panas dan alot. Lantaran, di awal, terdapat peserta konsolidasi yang menyarankan untuk melakukan pembedahan masing-masing poin tuntutan. Konsolidasi sendiri baru selesai di pukul 23.30 WIB. Selain dihadiri oleh masing-masing perwakilan BEM Wilayah, konsolidasi ini juga turut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa nasional. Diantaranya; Forum Mahasiswa Nasional UI, BEM STT Terpadu Nurul Fikri, BEM Universitas Pakuan, dan Ketua Ikatan BEM Pertanian Indonesia yang berasal dari Universitas Mulawarman.

Seusai persetujuan poin tuntutan diberikan, pembahas beralih ke perencanaan aksi strategis berupa aksi massa yang dilengkapi dengan aksi theaterical yang di gelar di depan gedung DPR RI pada tanggal 25 September 2026. Melalui pemaparan ini, beberapa BEM Wilayah dan perwakilan mahasiswa nasional menyampaikan permohonan maafnya akibat tidak bisa membersamai aksi ini.

***

Reporter : Azizah, Agusta Aura Ekifara

Editor : Asni Kayla

 

Asni Kayla Azzahra

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.