Angkat SDGs Tujuan 12, Tim PKM-PM Su-Life Hadirkan Program Sustainable Lifestyle melalui Household Waste Management dengan Prinsip 4R

Berawal dari kesadaran akan beberapa permasalahan yang belum terselesaikan di Desa Curug Mekar,Kota Bogor, tim PKM-PM Su-Life yang dipimpin oleh Shafa Rahmayani Putri (Kimia 59) menemukan sebuah gagasan untuk mengimplementasikan kesadaran diri kepada ibu-ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Curug Mekar untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena dapat mengganggu lingkungan sekitar. Program yang mulai dilaksanakan pada 17 Mei 2024 ini mengangkat judul Transisi Circular Economy di Desa Curug Mekar melalui Household Waste Management dengan Prinsip 4R yaitu Reeducation, Reuse, Recycle, dan Replant.

Program yang diusung oleh tim beranggotakan Mohamad Hasan, Wisnu Bimantoro, Sanaya Nurhaliza, Yoga Alwan Alfaridi, serta bimbingan Dr. Drs. Muhammad Farid, M. Si. ini diawali dengan sosialisasi pada 17 Mei 2024, untuk memberikan gambaran umum mengenai seluruh rangkaian program yang akan dilaksanakan. Program ini dilanjutkan dengan kegiatan Reeducation yang dilaksanakan pada 22 Mei, dimana kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman secara menyeluruh mengenai pelaksanaan program 4R.

Sumber: Narasumber

Reeducation dilanjut dengan kegiatan Reuse, yakni memanfaatkan kembali limbah botol plastik menjadi barang yang berdaya guna dengan tujuan meningkatkan keterampilan dalam mendaur ulang sampah dan mengurangi tumpukan sampah. Kegiatan yang dilaksanakan pada 1 Juni 2024 ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu Sultrash dan Sulplant. Sultrash merupakan kegiatan membuat tong sampah dari limbah botol plastik. Sedangkan, Sulplant merupakan kegiatan mengolah botol plastik menjadi media tanaman.

Tak hanya sampai disitu, program Sustainable Lifestyle terus berlanjut dari tanggal 8 Juni hingga 2 Juli 2024, diisi dengan kegiatan Recycle yaitu kegiatan mengolah sampah rumah tangga yang merupakan sumber sampah terbesar di Kota Bogor menjadi bahan pakan untuk budi daya maggot. Terakhir, Replant yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui teknik vertikultur dan penggunaan botol untuk media tanaman. Makasih dari itu, para mitra dalam hal ini ibu-ibu PKK dapat tetap memanfaatkan secara optimal lahan yang terbatas. Program ini ditutup dengan berbagai rangkaian kegiatan yang bermanfaat, di antaranya: Su-Life Ready To Clean Up, Su-Life Quiz, dan penutupan simbolik yang dilaksanakan pada 5 Juli 2024.

Sumber: Narasumber

Pelaksanaan program Sustainable Lifestyle tidak terlepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi oleh Shafa dan tim, yang mampu diatasi dengan kerja sama dan kolaborasi yang baik. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa IPB untuk masyarakat sekitar, diharapkan dapat berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran berbagai pihak akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Semoga seluruh program yang kita berikan dapat berkelanjutan sesuai dengan namanya Sustainable, dimana kita juga mengangkat SDGs nomor 12 mengenai sampah dan environment. Semoga dapat diimplementasikan dan juga ibu-ibu sadar bahaya dari pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya karena dapat mencemari lingkungan, merusak tanah, dan juga menyebabkan bencana alam.” ungkap Hasan, salah satu anggota tim dalam wawancara pada 19 Juli 2024 lalu.

***

Reporter: Rahma Ambara

Editor: Fairuz Zain

Rahma Ambara

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.