Sektor pertanian modern di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan akan pengolahan produk hasil tani yang bernilai jual tinggi. Mayoritas komoditas lokal selama ini masih kerap dipasarkan dalam bentuk mentah tanpa proses pertambahan nilai (added value) yang optimal. Berangkat dari kondisi tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri IPB University (HIMALOGIN) kembali menyelenggarakan ajang tahunan Festival of Agroindustry (FOA) 2026 guna memperluas jangkauan keilmuan agroindustri sekaligus mendorong peran aktif generasi muda dalam merumuskan solusi bagi industri pertanian nasional.
Kegiatan FOA 2026 yang digawangi oleh Haaris Fathurrahman Putra Kurnia, mahasiswa Teknik Industri Pertanian angkatan 61 selaku Ketua Pelaksana, dikemas secara komprehensif melalui berbagai rangkaian kegiatan mulai dari seminar, expo, hingga kompetisi ilmiah. Kompetisi utama dalam festival ini terbagi ke dalam tiga tingkatan spektrum peserta, yakni International Agroindustry Competition, National Agroindustry Competition, dan National Student Agroindustry Competition. Pada kategori International Agroindustry Competition, ajang ini memfokuskan peserta pada cabang essay dan idea pitching untuk mendorong mahasiswa luar negeri berkontribusi dalam riset pengembangan agroindustri di Indonesia. Sementara itu, kategori National Agroindustry Competition wadah bagi mahasiswa dalam negeri mengasah pemikiran ilmiah melalui cabang essay, business case competition, serta infografis demi menghadirkan ide dan solusi konkret atas permasalahan riil yang dihadapi para pelaku industri.
Tingkat pelajar SMA/SMK sederajat mendapatkan perhatian khusus melalui National Student Agroindustry Competition sebagai upaya menanamkan urgensi sektor pertanian modern sejak dini. Langkah ini dihadirkan untuk mengubah persepsi generasi muda bahwa agroindustri bukanlah sektor yang dapat dipandang sebelah mata, melainkan pilar penopang ekonomi bangsa di masa depan. Menariknya, melalui jalinan kerja sama dan persetujuan resmi dari pihak IPB University serta pemangku kepentingan terkait, para pemenang di kategori pelajar ini dianugerahi apresiasi prestisius berupa jalur khusus golden ticket untuk diterima sebagai mahasiswa jurusan Teknik Industri Pertanian IPB University.
Jangkauan geografis pelaksanaan FOA 2026 mencakup skala yang sangat luas, di mana peserta kompetisi nasional tercatat hadir dari berbagai penjuru tanah air seperti Universitas Mataram. Daya tarik kegiatan ini semakin diperkuat pada tingkatan internasional yang berhasil mendatangkan peserta dari empat negara, yakni Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Afghanistan. Bekerja sama dengan program Summer Course, para peserta mancanegara tersebut disambut secara langsung oleh panitia sejak kedatangan di bandara untuk mengikuti seluruh rangkaian kompetisi secara luring (offline) di kampus IPB University. Keterlibatan peserta dari berbagai belahan dunia ini sekaligus memberikan panggung global bagi komoditas agroindustri Indonesia untuk tampil di wilayah internasional.
Apresiasi terhadap kerja keras peserta pada acara berskala internasional yang melibatkan jajaran akademisi, profesor, hingga praktisi usaha ini tidak terbatas pada perolehan trofi, uang tunai, serta sertifikat bertaraf nasional dan internasional. Lebih dari itu, FOA 2026 diharapkan mampu memicu dampak jangka panjang bagi perkembangan ekosistem agroindustri nasional. Harapan besar tertuju agar hasil riset dan ide pemikiran yang terlahir dari kompetisi ini dapat dimanfaatkan secara nyata oleh para pembisnis dan akademisi di Indonesia, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan batu loncatan berharga bagi seluruh panitia mahasiswa yang terlibat dalam mengasah kepemimpinan mereka di masa depan.
***
Reporter : Azizah Verda
Editor : Neng Apap Apiani





Tambahkan Komentar