Mahasiswa KKN-T IPB University Kenalkan Silase, Jurus Cerdas Atasi Krisis Pakan di Desa Bangkonol

Musim kemarau sering kali menjadi tantangan bagi peternak, hijauan sulit tumbuh, persediaan pakan berkurang, dan kesehatan ternak yang terancam. Namun, situasi berbeda terlihat di Desa Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T), mahasiswa IPB University berkolaborasi dengan Peternakan Rimba milik Asep Noorwahid, mengenalkan silase sebagai solusi menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun.

Sabtu (12/07), kegiatan KKN-T ini menjadi momentum penting bagi warga dan mahasiswa untuk bersama-sama belajar membuat silase sekaligus memperkuat ketahanan pakan menghadapi musim kemarau.

Silase adalah pakan hijauan yang diawetkan melalui fermentasi, sehingga kualitasnya tetap terjaga meski disimpan berbulan-bulan. Hijauan segar seperti rumput gajah, kolonjono, atau daun jagung dicacah menjadi potongan kecil berukuran 3-5 cm, kemudian dimasukkan ke dalam wadah seperti drum atau karung plastik.

Agar fermentasi lebih optimal, bahan dicampur dengan molases atau sumber karbohidrat lain sebelum dipadatkan hingga rapat dan ditutup kedap udara. Setelah 14-21 hari, silase siap diberikan kepada ternak dengan aroma segar yang disukai sapi maupun kambing.

Dengan inovasi ini, peternak Desa Bangkanol tidak lagi cemas menghadapi krisis pakan saat musim kemarau. Sehingga, sediaan pakan tetap melimpah dan ternak pun sehat. Pembuatan silase menjadi sarana bagi peternak untuk belajar langsung cara membuatnya.

Sumber Gambar: Narasumber

Harapannya, setelah selesai menjalankan KKN-T, program dapat terus berlanjut dan memberikan dampak jangka panjang bagi warga.

Ketua Tim KKN-T, Oktavian Fauzi, menyebut kehadiran mereka bukan hanya untuk berbagi ilmu, melainkan juga membangun kedekatan dengan warga. “Mindset kami secara eksplisit sebagai mahasiswa KKN bisa adaptif dan berdampak. Harapan implisitnya, kami bisa menekuni peran anak sekaligus menjadi keluarga hangat di Desa Bangkonol. Tempat inilah kami berbagi cerita dan resonansi yang akan dikenang,” ungkapnya.

Dari sisi peternakan, Asep menilai teknologi silase yang diperkenalkan mahasiswa mampu menjawab tantangan ketersediaan pakan. “Kehadiran mahasiswa leternakan IPB dalam membantu peran peternak memberikan cahaya baru. Ekosistem pakan yang berkelanjutan melalui produk silase dari rumput liar bisa menjadi opsi efektif untuk Peternakan Rimba,” jelas asep.

Inovasi silase menjadi bukti bahwa kerja sama antara mahasiswa, warga, dan pelaku usaha lokal dapat menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar. Selain di sektor peternakan, mahasiswa KKN-T IPB University juga memberikan edukasi gizi kepada warga melalui kegiatan posyandu. Dengan cara ini, kolaborasi di Desa Bangkonol tidak hanya memperkuat ketahanan pakan ternak, tetapi juga menyentuh langsung aspek ketahanan pangan keluarga.

Penanggung Jawab Desa Bangkonol, Deden Jumahan, turut memberikan apresiasinya. “Anak-anak ini datang ke desa awalnya saya kira hanya sekadar menjalankan kewajiban, tetapi ternyata jauh berbeda. Mereka hadir dengan ketulusan, merangkul warga, dan membawa ilmu yang bermanfaat. Itu yang membuat kami merasa sangat berkesan.” ujarnya.

***

Reporter: Arnessa Bilbina

Editor: Neng Apap Apiani

Sumber Gambar: Narasumber

 

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.