Tanggamus, Lampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University yang ditempatkan di Pekon Kelungu, Kabupaten Tanggamus, Lampung, sukses melaksanakan program unggulan bertajuk “Pekon Preneur”. Program ini hadir sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan membina Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan hingga pemasaran digital.
Kegiatan berlangsung secara bertahap pada tanggal 7, 11, 14, 15, hingga 20 Juli 2025, dengan rangkaian materi yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha di desa. Materi tersebut mencakup pembuatan proposal usaha yang layak dan menarik, penyusunan perencanaan keuangan yang efektif, pelaporan keuangan yang transparan, pemahaman proses sertifikasi halal, serta teknik pemasaran digital di berbagai platform media sosial.
Program ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejak hari pertama, warga terlihat aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi terkait kebutuhan dan permasalahan yang mereka hadapi. Kepala Pekon Kelungu turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
“Program ini sangat membantu para BUMDes untuk membuat proposal penurunan dana dari pemerintah. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut di masa depan,” ungkapnya.

Dampak positif juga dirasakan oleh pelaku UMKM. Salah satunya adalah Dina, pemilik UMKM Kopi Sukalana, yang melihat adanya peluang baru dalam pemasaran produknya setelah mengikuti pelatihan.
“Program ini membantu saya dalam menjalankan pemasaran digital, terutama di TikTok dan Instagram. Saya jadi tahu bagaimana membuat konten yang menarik dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujar Dina.
Melalui “Pekon Preneur”, mahasiswa KKN-T IPB University tidak hanya memberikan pelatihan teoritis, tetapi juga mendampingi secara langsung peserta dalam mengaplikasikan materi yang telah dipelajari. Misalnya, pada sesi digitalisasi pasar, peserta diajak mempraktikkan pembuatan akun bisnis di media sosial, menyusun strategi konten, hingga memahami analisis performa unggahan.

Selain itu, dalam sesi sertifikasi halal, pelaku usaha diberikan penjelasan mendalam terkait persyaratan dan prosedur pendaftaran sertifikat halal sesuai ketentuan terbaru, yang sangat penting terutama bagi pelaku usaha makanan dan minuman agar dapat memperluas pasar.
Program “Pekon Preneur” diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju penguatan ekonomi desa. Dengan pendekatan pembinaan dari hulu ke hilir, kegiatan ini membantu pelaku usaha di Pekon Kelungu untuk lebih siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif, sekaligus memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki desa.
Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.
***
Reporter: Azizah Verda
Editor: Neng Apap Apiani
Sumber Gambar: Narasumber




Tambahkan Komentar