Sungai Ciliwung kembali menjadi perhatian pada 10 Mei 2026 ketika ratusan mahasiswa terlibat langsung dalam sebuah aksi bersih lingkungan di kawasan Bogor. Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas kondisi ekosistem perairan yang masih menghadapi persoalan sampah di sepanjang aliran sungai.
Kegiatan tersebut bertajuk River Care Day X Green Analysis and Nature Action Strategy (RCD X GANAS) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (HIMASPER) bersama Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA). Kegiatan ini mengusung tema From Action and Collaboration for the Sustainability of Our River Ecosystem dan melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaannya.
Sejumlah mitra turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya Saung Alkesa, Komunitas Peduli Ciliwung, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Boogie, serta Kalibaru Adventure. Sebanyak 148 mahasiswa IPB angkatan 60 hingga 62 ikut terjun langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan di Sungai Ciliwung.

Aksi utama difokuskan pada pembersihan sungai, di mana para peserta mengumpulkan sampah di sepanjang aliran maupun bantaran Ciliwung. Sampah yang terkumpul kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk dihimpun dan diproses lebih lanjut. Dari kegiatan tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 836 kilogram sampah yang selanjutnya akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.
Selain aksi lapangan, panitia juga memasang plang edukasi yang berisi informasi waktu terurai berbagai jenis sampah. Papan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami dampak sampah terhadap lingkungan, khususnya di wilayah sungai.
Dalam sesi edukasi, kegiatan ini menghadirkan aktivis lingkungan Giri Marhara yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan sungai. Ia juga menekankan perlunya kesadaran kolektif untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan serta menjaga konsistensi kepedulian terhadap lingkungan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman 40 bibit pohon balsa manglid di sekitar kawasan sungai sebagai upaya penghijauan dan penguatan ekosistem bantaran.
Melalui kegiatan ini, RCD X GANAS 2026 menjadi pengingat bahwa persoalan sungai tidak hanya berkaitan dengan kebersihan sesaat, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem. Sungai dipahami sebagai sumber kehidupan yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menjaganya secara berkelanjutan.
***
Reporter: Nadia Firyal Syahrudin
Editor: Neng Apap Apiani




Tambahkan Komentar