Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University Periode I 2025 sukses menyelenggarakan kegiatan Telu-R (Rawat Kakao, Rawat Ayam,Rawat Ikan) di Desa Giriyoso, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Nama Telu-R diambil dari Bahasa Jawa, telu yang berarti “tiga”, karena dilaksanakan atas tiga kegiatan, yaitu Sosialisasi Rawat Kakao, Rawat Ayam, dan Rawat Ikan.
Kegiatan Telu-R diinisiasi setelah Tim KKN-T IPB University melihat potensi yang dimiliki Desa Giriyoso. Ketua rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), serta jajaran perangkat desa yang ditemui oleh tim KKN-T menuturkan bahwa potensi di desa ini cukup melimpah. Namun, warga Desa Giriyoso masih belum memiliki cukup ilmu untuk mengolah potensi tersebut.
Sadirin, Direktur BUMDES Desa Giriyoso, menuturkan bahwa perawatan ayam selama ini hanya mengandalkan bekatul, yang mana ayam juga membutuhkan nutrisi yang lebih seimbang untuk menunjang pertumbuhannya. Program Telu-R juga sejalan dengan misi ketahanan pangan Desa Giriyoso.
“Desa Giriyoso sedang mengangkat topik ketahanan pangan yang terdiri dari peternakan, perikanan, dan juga perkebunan,” Tutur Samidjo Effendi Raharjo, Kepala Desa Giriyoso.
Telu-R dilaksanakan sebanyak delapan kali di delapan dusun yang ada. Beberapa dusun melaksanakan kegiatan ini di balai dusun, sementara dusun lainnya melaksanakan kegiatan di rumah tokoh dusun setempat. Kegiatan ini dilaksanakan lebih kurang selama tiga jam dan mengangkat konsep seminar interaktif.

Mahasiswa dari empat fakultas yaitu Fakultas Peternakan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis, serta Sekolah Teknik, memberikan materi dan praktik di depan warga. Tim KKN-T juga menyediakan contoh berupa pakan ayam, galon berisi lele, dan praktik vaksin yang diawasi oleh mantri atau pembantu dokter di desa.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab agar warga dapat mendalami materi yang telah disampaikan. Acara diakhiri dengan pembagian vitamin ayam serta galon berisi tujuh ekor lele.
Koordinator Desa Tim KKN-T Desa Giriyoso, Diaz menyatakan bahwa warga sangat antusias dalam menjalankan program, baik saat pelaksanaan maupun monitoring pasca program untuk pemilik galon ikan lele, “Warganya sangat antusias. Meskipun acaranya berjalan cukup lama, namun warga tetap memperhatikan, baik dari awal hingga akhir acara.”
Diaz juga menambahkan bahwa kegiatan tidak hanya berhenti di pemaparan materi. Namun, diikuti dengan pengawasan sampai akhir periode KKN-T. “Galon berisikan lele tersebut juga di-monitoring dari minggu kedua hingga kami selesai KKN. Ketika kegiatan monitoring dilakukan, warga yang telah menerima galon juga menerapkan prosedur yang dibagikan di leaflet. Kami juga kembali memberi masukan untuk warga agar perawatannya lebih baik lagi,” sambung Diaz.
Dalam pelaksanaannya, tim KKN-T IPB University Desa Giriyoso menerima banyak masukan dan saran untuk program. Salah satunya dari Jarwanto, Ketua RW Dusun Tlangu, yang menyarankan agar kegiatan dilaksanakan pada malam hari agar partisipasi warga meningkat.

“Masyarakat di sini, dari siang ke sore hari banyak yang punya kegiatan di sawah sehingga saya menyarankan bahwa kegiatan (sebaiknya) dilakukan di malam hari,” terang Jarwanto.
Tim KKN-T IPB University pun mengevaluasi acara tersebut dan mengikuti masukan warga. Hasilnya, kegiatan di dusun lain berlangsung lebih terlihat ramai dan melebihi harapan.
“Setelah mendengar masukan dari Pak Jarwanto, kami pun mendiskusikannya dan setuju. Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan di dusun lain ramai dan bahkan melebihi ekspektasi kami, bahkan sampai 30 lebih warga,” ungkap Diaz.
Melalui program TELU-R, mahasiswa KKN-T berharap agar warga desa memperoleh pengetahuan yang cukup untuk mengolah potensi yang ada di Desa Giriyoso. Diaz juga menambahkan bahwa tim turut memperkenalkan aplikasi Digitani sebagai usaha lanjutan untuk memperdalam ilmu warga.
“Tentunya ilmu yang kami berikan belum semuanya sempurna. Untuk itu, kami juga mengenalkan aplikasi Digitani agar petani dan warga yang ingin menanyakan perihal permasalahannya dapat bertanya langsung pada ahlinya,” tambah Diaz.
Samidjo Effendi Raharjo, Kepala Desa Giriyoso, juga menyampaikan harapan atas terselenggaranya program ini. “Semoga ilmu yang diberikan pada warga dapat diterapkan dengan baik dan dapat memberikan kesan yang baik di hati para warga,” tutupnya.
***
Reporter: Nisrina Nurshafa K.
Editor: Neng Apap Apiani
Sumber Gambar: Narasumber




Tambahkan Komentar