Pada tahun 2024, Perpustakaan Nasional mengalokasikan 1000 buku kepada desa-desa yang ada di Indonesia, salah satunya adalah Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Sayangnya buku-buku tersebut masih belum terkelola dengan baik di Desa Banjaratma. Sementara itu, masyarakatnya juga memiliki minat baca dan pemahaman literasi yang belum baik. Oleh karena itu, LENTERA hadir bersama kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) BREBESKAB04 IPB University sebagai solusi dalam langkah mengatasi hal tersebut.
LENTERA merupakan program yang disusun untuk meningkatkan minat literasi dan membaca di Desa Banjaratma, dengan sasaran utama adalah anak-anak sekolah yang berada di bangku PAUD hingga SMP. Program ini dibuat secara terstruktur oleh IPB University dengan mempertimbangkan output yang akan dihasilkan.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mengelola perpustakaan yang berada di lingkungan Desa Banjaratma, yaitu Perpustakaan Pelita Harapan. Buku-buku dari Perpustakaan Nasional maupun yang sudah ada sebelumnya dikelola dengan mengkategorikan setiap buku dan diberikan label agar lebih mudah diklasifikasi. Kemudian, buku disusun secara rapi agar perpustakaan terasa lebih nyaman. Selain itu, dibuatkan juga sistem peminjaman buku untuk masyarakat yang berkeinginan meminjam buku dari Perpustakaan Pelita Harapan. Kegiatan ini dilakukan selama lima hari.
Lain daripada itu, pada 9 Juli 2025 telah dilaksanakan kegiatan lain yakni Membaca Nyaring. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 70 partisipan yang merupakan anak-anak. Pada kegiatan ini, mahasiswa membacakan buku cerita kepada anak-anak secara menarik sehingga membuat anak-anak tertarik untuk membaca suatu buku. Di tanggal yang sama juga dilaksanakan Mengulas Cerdas, suatu kegiatan dimana anak-anak diminta untuk mengulas dan menceritakan kembali mengenai cerita yang telah dibaca. Pada hari berikutnya, terdapat kegiatan Membuat Projek dengan mewarnai gambar menggunakan mozaik-mozaik potongan kertas.

Tak hanya sampai situ, di hari-hari selanjutnya juga dilaksanakan kunjungan ke sekolah-sekolah yang tentu disambut baik dan semangat oleh para siswa dan guru. Terdapat tiga sekolah yang dikunjungi, kunjungan dimulai dari TK Dikniyah Syafa’atul Ummah. Kelompok KKN-T BREBESKAB04 menemani dan membersamai anak-anak dengan membacakan cerita yang menarik, hingga menumbuhkan semangat membaca.
Sekolah selanjutnya adalah SDN Banjaratma 02, pada kunjungan ini dilaksanakan kegiatan perlombaan mengulas cerdas. Anak-anak diberi buku dan diminta untuk membaca serta menceritakan kembali isi dari buku tersebut menggunakan bahasa sendiri. Puncak dari kegiatan ini yaitu apresiasi dengan memberikan sertifikat dan piala kepada para pemenang perlombaan. Terdapat juga beberapa permainan yang membuat anak-anak menjadi lebih menikmati kegiatan.
Sekolah terakhir adalah SMPN 1 Bulakamba, kegiatan yang dilakukan adalah Apresiasi Literasi. Berbeda dari kunjungan sebelumnya, kali ini siswa diminta untuk membuat cerita berdasarkan buku cerita yang telah mereka baca. Pemenang dari perlombaan ini akan diberi sertifikat dan piala yang menambah semangat mereka. Semua kunjungan yang dilakukan dilaksanakan secara dua hari, dengan jumlah partisipan per-harinya sebanyak 30 orang yang diikuti oleh siswa dengan penuh rasa semangat dan kompetitif.
Berdasarkan indikator keberhasilan yang telah disusun, yaitu dengan melihat dari jumlah partisipan, antusiasme peserta, dan kelancaran aktivitas yang dilakukan, program LENTERA dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik di Desa Banjaratma. Hal ini dapat dilihat dari minat baca masyarakat terutama anak-anak yang berada di desa tersebut meningkat dengan cukup signifikan.

“Banyak anak-anak yang datang ke perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku. Pihak sekolah yang dikunjungi juga mengungkapkan terima kasih atas program yang berhasil dilakukan untuk meningkatkan minat baca dan literasi siswa dan siswinya,” ucap Alvin Taniharja, Koordinator KKN-T BREBESKAB04.
Tentunya terdapat tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program LENTERA, salah satunya adalah kesiapan mental dari anggota kelompok KKN-T BREBESKAB04 dalam menghadapi orang banyak, terutama anak-anak. Namun, hal ini dapat diatasi seiring berjalannya waktu.
Adapun, tantangan lainnya adalah terdapat beberapa rencana awal yang belum dapat terlaksana dan harus disesuaikan kembali karena hal-hal yang tidak terduga. Salah satunya pengelolaan perpustakaan oleh pustakawan yang belum dapat terealisasi. Hal ini dikarenakan fasilitas tempat yang memang belum memadai. Tantangan-tantangan yang dihadapi selalu menjadi bahan evaluasi dan diskusikan untuk perbaikan kedepannya.
Harapan untuk program LENTERA adalah agar lembaga-lembaga yang bekerja sama dan terlibat yakni pemerintah desa dan sekolah-sekolah yang telah dikunjungi, dapat mempertahankan dan mengembangkan program-program yang telah diberikan dalam upaya meningkatkan minat baca dan literasi di Desa Banjaratma, Kabupaten Brebes.
***
Reporter: Maulidya Bagys
Editor: Fairuz Zain
Sumber Gambar: Narasumber




Tambahkan Komentar