Momen Baru Mahasiswa Merayakan Hari Raya di Kampus

Suasana Hari Raya Iduladha yang bertepatan pada hari Rabu, 27 Mei 2026 di lingkungan IPB University pada tahun ini terasa hangat dan penuh kebersamaan. Sejak pagi hari, ratusan mahasiswa dan civitas akademika tampak memadati area pelaksanaan salat Id yang berlokasi di Telaga Inspirasi IPB University. Lokasi tersebut sudah dilengkapi area parkir bagi mahasiswa yang membawa kendaraan pribadi, sementara mahasiswa lain juga dapat mengakses lokasi dengan berjalan kaki dari sekitar asrama dan lingkungan kampus. Mahasiswa kemudian bersama-sama merayakan momen hari raya. Setelah salat usai, mahasiswa tampak saling bersalaman dan bercengkerama bersama teman-teman. Bagi mahasiswa rantau, momen ini menjadi cara untuk tetap merasakan hangatnya lebaran meski jauh dari keluarga.

Muhammad Fajar, mahasiswa S3 Jurusan Ilmu Biomedis Hewan, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, mengaku tahun ini menjadi pengalaman pertamanya merayakan Iduladha di kampus. Sebelumnya, saat Idulfitri, ia masih sempat pulang ke kampung halaman. Namun kali ini, kesibukan penelitian membuatnya harus tetap berada di Bogor.

“Ini pertama kalinya saya lebaran Iduladha di sini. Sebelumnya waktu Idulfitri kemarin sempat pulang. Tapi memang, saya ada disini diniatkan kumpul bareng teman-teman juga. Selain itu, karena belum ada waktu buat pulang juga akibat kesibukan penelitian,” ujarnya.

Menurut Fajar, rasa sedih karena jauh dari keluarga tentu masih dirasakan. Namun di sisi lain, ia merasa bersyukur karena masih bisa menikmati suasana lebaran bersama teman-teman yang berasal dari satu daerah yang sama.

“Kalau rasa sedih pasti ada karena jauh dari keluarga, kakak, dan adik. Tapi saya juga senang karena bisa kumpul bareng teman-teman dari satu daerah. Ya, jadi vibes lebarannya masih terasa seperti di kampung halaman dan enggak merasa sendiri,” katanya.

M. Raflie Ghaisan

Hal serupa juga dirasakan Muhammad Sabril, mahasiswa Aktuaria angkatan 60 IPB University. Ia menilai perayaan Iduladha di lingkungan kampus tetap berjalan hangat dan sederhana seperti biasanya. Menurutnya, momen Iduladha tidak hanya soal ibadah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berkumpul dan mempererat hubungan antarmahasiswa. Selain itu, ada hal menarik yang membedakan suasana Iduladha di lingkungan IPB University. Kampus ini tidak sekadar menggelar salat Id berjamaah, tetapi juga memfasilitasi para mahasiswa rantau untuk mendapatkan daging kurban secara tertib melalui sistem digital yang rapi. Tata caranya terbilang sangat mudah, mahasiswa hanya perlu mengisi data diri dan melakukan pendaftaran daring melalui tautan Google Form yang telah disediakan oleh panitia pelaksana kurban di lingkungan kampus, setelah itu biaasanya mahasiswa akan mendapat kupon lalu sudah bisa mendapatkan daging kurban secara gratis.

“Kalau dari saya Iduladha di IPB berjalan sebagaimana mestinya aja sih. Kita salat Id, silaturahmi, ngobrol sama teman-teman, dan mungkin nanti ada pembagian daging kurban juga,” ujarnya.

Sabril mengatakan bahwa libur panjang pada momen Iduladha tahun ini membuat sebagian mahasiswa memilih pulang ke rumah. Meski begitu, mahasiswa yang tetap berada di kampus justru memanfaatkan waktu untuk berkegiatan bersama dan menikmati suasana lebaran ala anak rantau.

“Karena sebelumnya banyak tanggal merah juga, jadi bisa diisi buat have fun bareng teman-teman,” tambahnya.

Sebagai sesama mahasiswa perantauan, Sabril juga menyampaikan pesan penyemangat bagi mahasiswa lain yang mungkin merasa sedih karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga saat hari raya.

“Buat teman-teman perantauan, jangan jadikan momen ini jadi hal yang bikin bingung atau malah sedih terus. Anggap aja ini proses untuk belajar dan berkembang,” katanya.

Meski komunikasi dengan keluarga kini lebih banyak dilakukan melalui video call dan pesan singkat, menurutnya hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap menikmati suasana lebaran. Bahkan, kondisi itu bisa menjadi peluang untuk memperluas relasi dan mengenal lebih banyak orang selama berada di kampus.

“Kalau jauh gini kan paling cuma bisa lewat handphone, video call, dan saling kabar-kabaran aja sama orang tua. Tapi kondisi ini juga jadi kesempatan buat kenal lebih dekat sama teman-teman baru di sini atau mengunjungi saudara terdekat,” jelasnya.

Sementara itu, Qonita, mahasiswa Matematika angkatan 59 IPB University dan Emi, Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan angkatan 59 IPB University juga mengaku tetap menikmati suasana Iduladha di kampus walaupun rasa rindu kepada keluarga masih ada. Menurut mereka, keberadaan teman-teman satu daerah membuat suasana lebaran tetap terasa menyenangkan.

“Sebetulnya sedih ya karena jauh dari orang tua dan keluarga. Tapi karena banyak teman-teman satu daerah jadi seru-seru aja sih,” ujar mereka.

Keduanya bahkan menilai suasana Iduladha tahun ini terasa lebih ramai dibanding Idulfitri kemarin. Hal itu karena tidak semua mahasiswa memilih pulang kampung seperti saat Lebaran Idulfitri.

“Iduladha kali ini lebih rame dibanding Idulfitri kemarin,” tambahnya.

Memasuki tahun keempat kuliah, mereka mengaku sudah mulai terbiasa menjalani hari raya sebagai mahasiswa rantau. Jika dulu rasa sedih masih sangat terasa, kini suasana lebaran justru menjadi momen untuk mempererat kebersamaan dengan teman-teman di kampus.

“Sekarang udah enggak sesedih tahun-tahun awal merantau. Malah lebih seru karena ramai dan bisa ketemu banyak teman,” ungkap mereka.

Hilmy Fawwaz Shidqi

Di tengah keterbatasan untuk berkumpul bersama keluarga, suasana kebersamaan yang tercipta di lingkungan kampus membuat hangatnya Hari Raya Iduladha tetap terasa bagi mahasiswa perantauan di IPB University. Bagi mereka, lebaran bukan hanya tentang pulang kampung, tetapi juga tentang bagaimana saling menguatkan dan berbagi kebersamaan dengan orang-orang terdekat di tempat rantau.

Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diharapkan tidak hanya menjadi perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga pengingat bagi setiap individu untuk mempererat kepedulian, kebersamaan, dan rasa syukur di tengah keterbatasan. Bagi mahasiswa perantauan, suasana hangat yang tercipta di lingkungan kampus menjadi bukti bahwa kebersamaan dapat hadir di mana saja, termasuk jauh dari kampung halaman.

***

Reporter: Felia Nazwa

Editor: Rahma Annisa

Fotografer: M. Raflie Ghaisan, Hilmy Fawwaz Shidqi

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.