Perjalanan Internasional Membuka Cakrawala Baru

Sebagai mahasiswa, mengejar mimpi apalagi pergi ke luar negeri adalah hal yang kecil kemungkinannya. Namun sebenarnya, terdapat banyak peluang yang bisa membuka kesempatan seorang mahasiswa mewujudkan mimpinya.

Budy Salaam Muhammad, S.Tp., The 3rd Winner on 2018 Asian Pasific Agriculture Undergraduated Project Competition, mengatakan bahwa kesempatan mengikuti event internasional merupakan peluang nyata yang dimiliki setiap mahasiswa.

“Jadi kembali lagi ke kita sebagai mahasiswa, apakah ingin mengambil peluang tersebut atau tidak,” ujarnya, saat mengisi salah satu rangkaian Sekolah Forces dengan tema “Go Abroad and Beyond the Boundaries”, Minggu (30/5).

Terdapat beberapa jalur peluang ke luar negeri di beberapa event internasional yang diadakan IPB. “Hal yang dapat kita gunakan untuk mewujudkan mimpi ke luar negeri, di antaranya positioning paper, scientic paper, presenting idea, dan sell your value,” lanjut Budy.

Mengikuti event internasional memberikan banyak manfaat, terutama bagi mahasiswa, seperti pengalaman, pengetahuan, juga pola pikir terhadap budaya dan ilmu di luar sana. “Event Internasional digunakan untuk membuka cakrawala dan parameter pembanding pribadi sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT”.

Pengalaman Budy menjajaki event internasional sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Ia sempat mengikuti “Tri U”, yang merupakan bentuk kerja sama IPB dengan Thailand dan China, dengan pelaksanaan yang dilakukan secara bergantian di negara-negara yang memiliki ikatan kerja sama di program tersebut. Selain itu, Budy juga pernah mengikut berbagai event lain, seperti “Winter Program”, “Sense Asia”, serta DSDC dan Pintung, yang merupakan lomba teknologi pangan terbesar di dunia.

“Untuk mengikuti event internasional, perlu dipersiapkan strategi agar dapat berhasil lolos dan memperoleh gelar juara, di antaranya dengan menentukan target dan mencari mentor, membentuk sebuah tim, dan melakukan evaluasi mingguan,” tutur Budy.

Hal yang biasa ditakutkan dari mimpi ke luar negeri adalah kemampuan berbahasa asing dan biaya. Padahal menurut Budy, kemampuan bahasa asing masih bisa ditoleransi, misalnya dengan menghapal teks, sehingga tetap ada kesempatan bagi yang masih belajar untuk turut berkontribusi dalam event internasional. Sedangkan terkait biaya, Budy menuturkan bahwa apabila seorang mahasiswa mengikuti suatu event sebagai perwakilan negara, biaya sudah bukan hal yang perlu dikhawatirkan.

Reporter: Agung Nugroho
Editor: Farah Diba Aulia

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.