Di sudut Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, berdiri sebuah bangunan yang keberadaannya jauh lebih bermakna dari sekadar gedung biasa. Di atas lahan seluas 400 meter persegi yang diwakafkan oleh Tasnim Property dan Mitra Tani Farm, Sentra UMKM Tegalwaru hadir sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil yang selama ini berjalan sendiri tanpa pendampingan, tanpa akses pasar, dan tanpa jaringan yang memadai. Berdiri pada 21 November 2021, lahir dari perpaduan antara inisiatif pengembangan desa wisata dan kepedulian pihak swasta terhadap ekonomi lokal.
Lahan tempat sentra berdiri merupakan tanah wakaf dari Tasnim Property dan Mitra Tani Farm, yang dikelola oleh Laznas Baitulmaal Muamalat untuk memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Yolanda Erma Yunita, Kepala Sentra UMKM Tegalwaru, menjelaskan bahwa pada awal berdirinya sentra ini hanya menampung sekitar sepuluh UMKM yang benar-benar siap memasarkan produk. Namun dengan pendekatan aktif seperti kunjungan door-to-door ke pelaku usaha lokal membuat jumlah tersebut terus bertumbuh

“Tahun 2022 kami mulai membenahi sistem, bisnis, dan tata kelola. Tahun 2023 perkembangan mulai terlihat signifikan,” ujar Yolanda.
Kini, sentra ini aktif membina lebih dari 112 UMKM, dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 160 pelaku usaha. Jangkauannya pun tidak lagi terbatas pada Desa Tegalwaru, melainkan UMKM binaan sudah tersebar hingga Kabupaten Bogor, Kota Bogor, bahkan Jakarta.
Hal yang membedakan Sentra UMKM Tegalwaru dari sekadar galeri pemasaran biasa adalah pendekatannya yang menyeluruh. Sentra ini menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu, sarana membentuk UMKM baru dan mendampingi UMKM yang sudah berjalan. Program pembinaannya mencakup pelatihan produksi, pengurusan legalitas usaha, strategi pemasaran digital, hingga pengelolaan keuangan dasar.
Tidak semua pelaku usaha bisa langsung menitipkan produk di galeri sentra. Ada proses asesmen dan kurasi yang harus dilalui. UMKM dari luar binaan diminta mengisi formulir dan melalui seleksi produk terlebih dahulu. Jika lolos, kerjasama dijalin melalui mekanisme yang dilengkapi dengan Memorandum of Understanding (MoU). Prinsip ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen. “Kami ingin UMKM membenahi produknya terlebih dahulu sebelum masuk ke sini,” kata Yolanda.

Di sisi pemasaran digital, sentra ini mengelola akun Instagram aktif dengan konten terstruktur, kanal TikTok dengan nama TGWShop, serta YouTube Sentra UMKM Tegalwaru Channel. Produk-produk UMKM binaan juga tersedia di platform e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop. Seluruh pengelolaan media sosial ditangani oleh tim internal yang kini berjumlah tujuh orang yang mayoritas dari generasi Z. Keberlanjutan Sentra UMKM Tegalwaru bertumpu pada jaringan kolaborasi yang luas. Selain Laznas Baitulmaal Muamalat sebagai pengelola utama, sentra ini menjalin kemitraan dengan berbagai institusi, di antaranya Mitra Tani Farm, Tasnim Group, Waru Farmland, Mandiri Amal Insani dari Bank Mandiri, serta sejumlah perguruan tinggi seperti STEI Tazkia, Universitas Muhammadiyah, Ummul Quro, dan IPB University.
Bentuk kerja samanya beragam, mulai dari bantuan modal usaha, pelatihan tematik, kunjungan edukasi, hingga program pemberdayaan UMKM berskala besar. Pemerintah kecamatan dan perangkat desa pun turut aktif mendukung bahkan Kepala Desa Tegalwaru kerap merekomendasikan sentra ini kepada tamu yang berkunjung.
Selain fungsi ekonominya, Sentra UMKM Tegalwaru juga berperan sebagai ruang sosial. Dana yang berputar melalui

sentra turut membiayai kegiatan sosial seperti santunan, khitanan massal, bantuan untuk anak yatim, dan pembinaan masyarakat. Sentra ini menyebut modelnya sebagai sociopreneur yaitu, bisnis yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga dampak sosial yang terukur.
“Kami mengelola bisnis seperti kopi, penyewaan ruangan, eduwisata, dan galeri. Tapi di sisi lain kami juga menjalankan fungsi sosial berupa pemberdayaan dan pendampingan,” jelas Yolanda.
Di tengah tantangan bagi pelaku UMKM untuk bertahan dan berkembang, Sentra UMKM Tegalwaru menawarkan sebuah alternatif: bergabung dalam ekosistem yang saling menopang. Sentra ini terbuka bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas, baik yang sudah memiliki produk maupun yang baru merintis. Bagi pelaku UMKM yang tertarik bergabung, langkah awalnya sederhana: hubungi admin sentra dan ikuti proses asesmen. Yang dibutuhkan bukan sekadar produk yang sudah sempurna, melainkan kemauan untuk terus belajar dan berkembang bersama. Karena di Tegalwaru, pertumbuhan bukan hanya soal angka penjualan, melainkan soal komunitas yang saling menguatkan.
Sentra UMKM Tegalwaru berlokasi di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Instagram @sentraumkmtegalwaru atau TikTok @TGWShop.
***
Reporter: Mia Nur Aisyah
Editor: Neng Apap Apiani




Tambahkan Komentar