Tidak Lagi Memadai, SC Lama Dipindahkan ke Kantin RC

Menanggapi kondisi gedung Student Center (SC) lama yang sudah tidak lagi memadai untuk sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), IPB University merencanakan pengalihfungsian Kantin Red Corner (RC) sebagai sekretariat UKM. Hal ini disampaikan melalui Surat Edaran Pengosongan Kantin Red Corner dengan nomor surat 5999/IT3.D13/HM.01.04/DK/2021, Senin (5/4).

Pemindahan gedung SC lama direncanakan dengan pertimbangan bahwa perbaikan gedung tidak mungkin dilakukan, karena kapasitas gedung yang tidak lagi memadai. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya peralatan beberapa UKM, seperti UKM Pramuka dan Lawalata.

“Beberapa tahun yang lalu, saya menanyakan apakah bisa digabung dengan SC atau tidak, tetapi informasi yang saya dapatkan gedung itu juga sudah cukup padat, sehingga kita mencari tempat lainnya,” ujar Bambang Kuntadi, S.P., M.M., Direktur Sarana dan Prasarana dan Pengamanan Lingkungan, Sabtu (17/4).

Sebelumnya, pihak IPB University mengalokasikan pemindahan gedung SC lama ke bangunan di samping GOR, tetapi tidak dapat terlaksana karena bangunan tersebut digunakan untuk kegiatan salah satu departemen di Fakultas Kehutanan. Pemindahan juga sempat direncanakan di perumahan dosen, tetapi lagi-lagi tidak terlaksana karena membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Waktu itu saya berdiskusi dengan Pak Rektor, dan beliau memberikan masukan terkait penggunaan Kantin Red Corner sebagai tempat baru sekretariat UKM,” tutur Bambang.

Menindaklanjuti usulan tersebut, pihak DPSPL menemukan bahwa Kantin RC yang sudah lama tidak beroperasi sejak pandemi menjadi kumuh dengan cat tembok usang, peralatan berjualan yang belum dirapikan, dan sampah yang berserakan.

“Saya sebagai penanggung jawab kebersihan dan pengelolaan lingkungan di dalam kampus, melihat Kantin RC sebagai area ring I yang setiap harinya dilalui kendaraan, entah itu tamu pimpinan atau pimpinan kampus,” ujar Bambang. “Kita sudah menjaga kebersihan di lingkungan ini, tetapi satu titik yang sangat menonjol dan posisinya yang sangat depan terlihat kumuh sekali. Maka, saya berbicara dengan direktorat bisnis dan mengajukan penggunaan Kantin RC sebagai sekretariat UKM,” lanjutnya.

Dr. Ahmad Yani, S.TP., M.Si., Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Bisnis, mendapati bahwa sudah tidak ada kontrak antara pedagang Kantin RC dengan IPB University. Diskusi antar pihak dilakukan pada Kamis (16/4), yang menghasilkan kesepakatan berupa pengosongan kantin dengan jangka waktu yang belum dapat dipastikan, hal ini terkait kebijakan IPB University yang bersifat dinamis.

Sudah terdapat beberapa kantin di asrama putera sebagai alokasi kantin, tetapi masih belum beroperasi akibat pandemi. Bambang berharap mahasiswa tidak lagi khawatir terkait tempat makan di sekitar asrama putera.

“Saya juga berharap bangunan-bangunan terbengkalai di IPB dapat diubah atau diperbaiki dengan cara dialokasikan menjadi tempat yang lebih bermanfaat,” tutup Bambang.

Reporter : Fitri Nopriani, Nabila Dyah Puspita, Nanda Tiara Maslakhah
Fotografer : Fitri Nopriani
Editor : Farah Diba Aulia

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.