NGOPI: NGOBROL BARENG KORPUS IPB PEKA Edisi 8

Jumat (30/4) pukul 16.30 WIB, Koran Kampus IPB mengadakan acara bertajuk “NGOPI: NGOBROL BARENG KORPUS IPB”. Acara ini disiarkan secara langsung di official account Instagram Korpus (@korpusipb). NGOPI kali ini membahas seputar Tabloid PEKA Edisi 8 yang telah diluncurkan pada hari yang sama secara serentak pukul 08.00 WIB. Moderatornya ialah Natasya Pramesti (Marcomm 17) dengan pembicaranya, yakni Pawitri Adhistyana Mayesti (Pimpinan Umum Korpus IPB 2020/2021) dan Farah Diba Aulia (Pimpinan Redaksi Tabloid PEKA Edisi 8).

“Sesuai dengan namanya, Tabloid PEKA diharapkan dapat menumbuhkan kepekaan dan kepedulian para pembaca terhadap lingkungan sekitar, utamanya terhadap Kampus IPB tercinta,” tutur Pawitri. Dalam penuturannya, Pawitri mengatakan bahwa Korpus IPB tidak memandang situasi pandemi Covid-19 sebagai penghalang untuk tetap berkarya, tetapi justru menjadi tantangan untuk tetap konsisten memberikan berita-berita faktual, baik berupa berita online maupun berita cetak. Salah satu buktinya adalah dengan keberhasilan Korpus dalam meluncurkan Tabloid PEKA Edisi 8. PEKA merupakan tabloid tahunan yang disusun sedemikian rupa sebagai sarana untuk mengenalkan Kampus IPB secara lebih mendalam.

Pada edisi kali ini, PEKA mengangkat tema “IPB 2021” yang menggambarkan perubahan-perubahan di Kampus IPB, baik perubahan secara fisik maupun nonfisik, termasuk aktivitas baru dan sistem baru yang diterapkan IPB. Pendistribusian Tabloid PEKA Edisi 8 dilakukan berbasis online di website korpusipb.com, dikirimkan ke email LPM universitas lain, dan email kominfo BEM IPB. Selain itu, bentuk cetak Tabloid Peka Edisi 8 telah dikirimkan kepada LPM universitas lain di Indonesia.

Seperti struktur tabloid pada umumnya, PEKA terdiri dari berbagai rubrik yang bervariasi, di antaranya rubrik liputan umum, liputan khusus, kemahasiswaan, sastra, ragam, saintek, viral, vox pop, infografis, galeri, komik, dan TTS (Teka Teki Silang). Pada rubrik liputan umum, topik yang diambil ialah tentang bangunan baru dan bangunan terbengkalai yang ada IPB. Rubrik liputan khusus membahas perbandingan antara kedua bangunan tersebut. Rubrik kemahasiswaan membahas tentang sistem pendidikan, kurikulum 2020, enrichment course, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan pertukaran pelajar. Rubrik saintek membahas vaksinasi mahasiswa dan rencana kuliah offline di bulan Juli. Pada rubrik ragam dan viral, dibahas tentang tempat nongkrong virtual para mahasiswa IPB, yakni akun Twitter IPB Menfess yang baru-baru ini sempat ramai diperbincangkan karena telah menyelenggarakan blind date (kencan buta) untuk para mahasiswa IPB. Di bagian akhir tabloid, terdapat rubrik TTS yang menawarkan hadiah bagi pembaca yang berhasil mengisi teka-teki dengan cepat, tepat, dan tentunya harus mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Saya mengapresiasi sebesar-besarnya kepada teman-teman tim redaksi atas waktunya, atas pengorbanannya, atas tenaga dan waktunya yang telah diluangkan untuk produksi PEKA kali ini. Sangat keren dan sangat salut dengan Korpus,” tutur Farah.

Hadirnya Tabloid PEKA Edisi 8 tentunya telah melewati serangkaian proses panjang. Langkah pertama penyusunan PEKA dimulai dengan Rapat Redaksi (13/03) yang memakan waktu kurang lebih empat jam. Dilanjutkan dengan penggarapan rubrik-rubrik yang melibatkan lima profesi dalam Korpus IPB, yakni reporter (penyusunan berita), ilustrator (pengilustrasian berita), fotografer (pendokumentasian), layout dan desainer (penataan dan desain), serta marketing dan communication (pendanaan dan branding). Menurut Farah, tidak ada kesulitan yang berarti selama proses penyusunan Tabloid PEKA kali ini. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peranan Kru Korpus, terutama tim PEKA yang aktif dan cekatan, sehingga projek Tabloid PEKA dapat terselesaikan sesuai dengan timeline yang direncanakan.

Di penghujung kalimatnya, Pawitri selaku Pimpinan Korpus IPB 2020/2021 berharap supaya semua pembaca PEKA menjadi peka terhadap kondisi kampus serta dapat menjadi quality control atau social control terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh IPB. Pembaca diharapkan untuk menjadi lebih kritis perihal isu-isu di kampus. Meskipun saat ini, kita belum bisa berada di kampus, lewat Korpus IPB kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi.

Sumber gambar: Tabloid PEKA Edisi 8
Reporter: Tri Indah Kusumawardani
Editor: Ikfanny Alfi Muhibbah Shalihah

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.