Event Update

Gerakan Penyelamatan Kontur Tanah dan Pepohonan : Jangan Korbankan Biodiversitas IPB

Sumber: Harumi

Sumber: Harumi

Direktur Perencanaan, Pemonitoran dan Evaluasi IPB, Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si, melakukan pertemuan dengan perwakilan mahasiswa terkait polemik pembangunan gedung baru Departemen Biokimia. Pertemuan yang diadakan pada Kamis, 19 April 2018 di Ruang Rapat SDM IPB membahas terkait isu-isu lingkungan yang timbul akibat pembangunan ini. Sekelompok mahasiswa yang menamakan diri mereka Gerakan Penyelamatan Kontur Tanah dan Pepohonan menerangkan bahwasannya pembangunan yang dilakukan pihak IPB berdampak kurang baik bagi lingkungan Kampus.

Wakil Presiden Mahasiswa KM IPB, Surya Bagus Mahardika, menyampaikan beberapa tuntutan terkait pembangunan tersebut. Wapresma IPB menyatakan, mahasiswa masih ada yang salah kaprah terkait polemik ini. “Sebenarnya, yang kami permasalahkan bukanlah gedung Biokimianya, melainkan pembangunan taman yang tidak ada dalam master plan awal hasil rilis  pihak kampus. Pembangunan taman tersebutlah yang ditentang oleh gerakan yang digagas oleh Lawalata dan UKF ini pada awalnya,” jelas Surya setelah pertemuan dengan Direktur Perencanaan, Pemonitoran dan Evaluasi.

Dr. Hari Wijayanto menjelaskan bahwasannya pembangunan taman tersebut sudah tidak bisa dihentikan lagi. “Pembangunan tersebut dilaksanakan dengan dana sukuk yang mana pembangunan taman sudah menjadi bagian dari pembangunan. Sistem sukuk ini sangat rigid dan detail pertanggungjawabannya sehingga akan sulit untuk diubah. Pembangunan ini juga bertujuan untuk perbaikan lanskap serta membuat Audit FMIPA akan sejajar dengan Masjid Al-Hurriyah,” jelas Dr. Hari saat pertemuan tersebut.

Sementara itu, pihak Gerakan Penyelamatan Kontur Tanah dan Pepohonan tidak berdiam begitu saja, pihak gerakan tersebut mengklaim tidak akan berhenti.

“Gerakan Penyelamatan Kontur Tanah dan Pepohonan akan terus berlanjut. Pada saat pertemuan tadi, pihak kampus menyebutkan akan ada pembangunan kurang lebih 40 taman, maka dari itu kami akan terus memantau pembangunan tersebut. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Hal ini dikarenakan lahan yang akan menjadi taman menggusur lahan praktikum kurang lebih 8 mata kuliah dan tempat berkegiatannya UKM pecinta alam seperti UKF dan Lawalata,” kata Surya menambahkan.

Khalifardinof

Ed: Efi Susiyanti

About Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus
Lembaga Pers Mahasiswa Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*