Rhenald Kasali Diundang Secara Informal, Rektor IPB: “Saya Mohon Maaf”

Fotografer: Bambang Andri

Rektor IPB Dr. Arif Satria menuturkan permintaan maaf kepada ratusan mahasiswa massa aksi bertajuk “Jaga Netralitas Kampus” yang telah berkerumun di depan gedung Andi Hakim Nasution pada Minggu (27/1). Massa aksi ini mengeluhkan terkait dugaan pengarahan opini kepada salah satu pasangan calon presiden Indonesia 2019 dalam Kuliah Umum oleh Prof. Rhenald Kasali pada hari yang sama. Kuliah umum ini merupakan rangkaian acara Pengukuhan Organisasi Kemahasiswaan IPB 2019 yang bertempat di Grha Widya Wisuda (GWW).

“Karena yang sudah mengundang (Rhenald Kasali) adalah pihak rektorat, saya mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan,”ujarnya saat memberi tanggapan di depan massa aksi.

Menurut pernyataan Arif, Rhenald Kasali termasuk salah satu tokoh yang lantang berbicara seputar era disrupsi. Ia diundang sebagai pemateri Kuliah Umum dengan harapan dapat memberikan wawasan tentang era disrupsi yang disertai fakta kepada para mahasiswa.

Presiden Mahasiswa IPB, Nurdiansyah (Dadan) mengakui terdapat kesalahan teknis dalam pengundangan pemateri Kuliah Umum. Rhenald Kasali secara pribadi tidak menerima Term of Reference (TOR). TOR merupakan instrumen yang berfungsi untuk membatasi lingkup pembicaraan pemateri dengan memberikan poin-poin relevan yang perlu disampaikan. Selain itu, sarana penyampaian pemateri seperti salindia juga tidak sempat diperiksa terlebih dahulu oleh pihak rektorat IPB.

“Pak Rhenald tidak diberikan TOR dan materi seperti slide tidak sempat difilter,” ujar Dadan.
Sebelumnya, Dadan yang mengindikasi adanya penggiringan opini telah menginterupsi penyampaian materi Rhenald dengan berbicara melalui mikrofon di operator suara. Hal tersebut dilanjut dengan melakukan konsolidasi taktis bersama para ketua BEM fakultas dan menteri BEM KM untuk eskalasi isu menuju tingkat aksi di luar gedung GWW.

Aditya Mukti P.
Editor: Karina Rahmi

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

1 Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.