Antusiasme GMT, Masyarakat Hiraukan Kacamata Hitam

Gerhana Matahari Total (GMT) yang melintasi sejumlah daerah dekat dengan garis khatulistiwa di Indonesia pada (9/03) ini menimbulkan antusiame masyarakat di berbagai kota. Terutama di 12 provinsi Indonesia yang dilintasi oleh GMT. Sayangnya fenomena alam yang akan terjadi selama dua hingga tiga jam ini, banyak dinikmati oleh masyarakat tanpa menggunakan kacamata hitam.

Masyarakat yang ingin menikmati fenomena GMT seharusnya menggunakan kacamata khusus yang dapat mereduksi cahaya hingga 100.000 kali. Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN, Thomas Djamaluddin, melihat GMT dapat menimbulkan kebutaan karena dapat merusak retina mata.

Sedangkan apabila melihat dalam jangka waktu yang lama akan menimbuka kerusakan pada retina yang umumnya disebut dengan solar retinopathy. Gejala ini merupakan titik-titik hitam pada pandngan mata dan sulit untuk disembuhkan [dilansir dari www.bbc.com]

Penyebab utama yang terjadi adalah pupil mata akan membesar untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin karena kondisi saat GMT gelap, dan ketika fenometa GMT selesai dan mulai bergeser, kemudian cahaya matahari terang kembali, maka pada saat itu akan membahayakan mata hari.

Sifa Fauziah Ganda Sari

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.