Akhirnya, Paslon Presma dan Wapresma Pertama Ambil Berkas

Paslon pertama yang mengambil berkas. Sumber: OA PEMIRA KM IPB 2019

Minggu (25/8), tepatnya pukul 20.37 WIB, Bhirawa A. Wicaksana (FPIK 53) dan Maliki Febriantono (Faperta 53) mengambil berkas sebagai bakal calon Presma dan Wapresma IPB 2019-2020. Mereka merupakan pasangan calon (paslon) pertama yang mendaftar setelah sebelumnya masa pendaftaran pada portal Pemira KM diundur dari tanggal 22 Agustus menjadi 28 Agustus.

Sementara itu, batas akhir pengumpulan berkas persyaratan berubah menjadi tanggal 29 Agustus pukul 20.00 WIB. Dengan begitu, Wicak dan Maliki berkomitmen untuk mengembalikan berkas persyaratan dengan jangka waktu tiga hari mulai dari terunggahnya berita ini.

Wicak mengakui momen pertama merumuskan pencalonan bersama Maliki adalah saat bertemu di Konsolidasi Angkatan 53. Konsolidasi Angkatan 53 merupakan konferensi insidental yang mengundang mahasiswa IPB Angkatan 53 secara sukarela untuk mendiskusikan langkah ke depan terkait Pemira KM yang bertempat di Bata Merah (23/8). Undangan terbuka konsolidasi pertama disebar melalui unggahan linimasa Line oleh akun Alief_Yuda A P pada tanggal yang sama pukul 09.06 WIB.

“Di zaman yang serba baru ini, saya dan Maliki tertantang untuk membongkar pola pikir lama, untuk kemudian mewujudkan suatu pembaharuan yang bermanfaat bagi KM IPB,” tegas Wicak saat ditanya alasan pencalonan.

Sebagai paslon pendaftar pertama, tidak dipungkiri kenyataan bahwa Wicak dan Maliki berpotensi menjadi calon tunggal. Wicak pun menuturkan ajakan kepada KM IPB untuk berpartisipasi secara aktif di perhelatan demokrasi terbesar di kampus ini.

“Kami tentu sangat mengharapkan dukungan dari massa KM IPB, tetapi sebelum itu kami berdua berharap agar KM IPB mau berpartisipasi secara aktif di Pemira tahun ini,” ujarnya.

Sesuai Surat Ketetapan (SK) 002 Pemira KM, apabila sampai akhir masa penambahan waktu hanya terdapat satu paslon pendaftar, maka kewenangan pengambilan keputusan akan diserahkan kepada DPM KM IPB.

Aditya M
Ed: Alferdian Achmad

Aditya Mukti

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.