Sebelum pelaksanaan KKN-T IPB 2021 pada Juni-Agustus 2021, IPB melalui program yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPB mengadakan kegiatan pendampingan pra-KKN-T. Kegiatan ini berupa kuliah pembekalan umum bagi para calon peserta KKN-T IPB 2021 sebanyak 3.513 mahasiswa yang diselenggarakan via Zoom Meeting dan live streaming dari YouTube KKN-T IPB, Jumat (21/5).
Kuliah pembekalan ini menghadirkan kelima pembicara dengan materi berbeda. Materi pertama terkait Integrasi KKN-T dengan Kegiatan IPB Mengabdi disampaikan oleh Dr. Sofyan Sjaf, S.Pt., M.Si. selaku LPPM IPB. Materi kedua tentang Urgensi KKN-T dalam Pembangunan Pertanian disampaikan oleh Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. selaku Rektor IPB University. Materi ketiga terkait Relevansi KKN-T IPB 2021 & Pencapaian SDG’s disampaikan oleh Dr. Feryanto, S.P., M.Si. selaku Sekretaris Eksekutif IPB SDG’s Network. Materi 4 tentang Teknis Pelaksanaan KKN-T IPB & Penyusunan Program Kerja disampaikan oleh Dr. Ir. Nunik Purnaningsih, M.Si. selaku Ketua Komite KKN-T IPB. Terakhir, materi kelima terkait Etika di Masyarakat dan Program Mahasiswa Wirausaha disampaikan oleh Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si. selaku Ditmawa-PK IPB.
“Saat mahasiswa berada di lapangan, tempat tersebut dapat dijadikan tempat belajar. Lingkungan alam sekitar sebagai sekolah kita. Petani-petani, pembudidaya ikan, peternak, nelayan, dan masyarakat luas adalah guru-guru kita. Sikap kita harus humble, ilmu kita bukan segala-galanya,” ungkap Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si. Beliau juga berpesan bahwa masyarakat memiliki knowledge dan kearifan yang luar biasa. Menurut beliau, dengan bersikap rendah hati, maka pribadi seseorang akan menjadi open minded dan merupakan ciri-ciri orang yang berilmu. Rektor IPB University berharap ketika kegiatan berlangsung, para mahasiswa tidak terkesan menggurui masyarakat, tetapi menggali potensi-potensi kekayaan wawasan pengetahuan yang bisa ditransfer untuk mereka dan menggali informasi dari mereka juga. Mahasiswa selama kegiatan berlangsung juga harus menjaga nama baik kampus, meninggalkan legacy dan footprint yang baik pula.
Perguruan Tinggi turut andil berkontribusi dan mempunyai peran sentral dalam proses pencapaian SDGs melalui Tridarma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian) yang sangat relevan dengan aktivitas KKN-T yang dilakukan mahasiswa. “Program KKN khususnya KKN-Tematik IPB mampu berperan dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan untuk mendukung percepatan SDGs,” ungkap Dr. Feryanto, S.P., M.Si. Setelah memaparkan contoh-contoh penerapan SGDs dari 1 hingga 15, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk merumuskan atau merancang program dan percaya diri bahwa program tersebut layak diberikan, relevan, serta bisa dikaitkan dengan SDGs dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“KKN sendiri adalah bagian dari klaster mahasiswa mengabdi, sehingga seharusnya jauh hari sudah terintegrasi. Sehingga, konsep MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) ini bisa masuk dalam kegiatan yang sudah dirumuskan,” ujar Dr. Sofyan tentang klaster #MAHASISWAmengabdi dalam bentuk KKN-T.
Penyusunan program kerja KKN-T disusun untuk rencana kegiatan selama ber-KKNT, proses perencanaannya dilakukan bersama masyarakat, melibatkan mitra dan dosen DPL. Mahasiswa nantinya juga diminta untuk menentukan prioritas permasalahan, menyusun matriks program dan kegiatan yang dicatat secara berkala, melakukan evaluasi proses hasil, serta menghasilkan output yang bersifat wajib. “Setelah kuliah umum ini, mahasiswa akan mendapatkan dosen pembimbing, lalu berdiskusi awal tentang rancangan program yang bisa diterapkan di masyarakat,” ungkap Dr. Ir. Nunik Purnaningsih, M.Si. dalam kalimat penutupnya.
Kemudian, ada program lain yang bisa diusulkan saat KKN-T, yaitu pengembangan dan pendampingan bagi masyarakat yang memiliki usaha. Manfaat dari PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) di antaranya menumbuhkan jiwa kewirausahaan, bantuan pengembangan, serta pendampingan usaha. Program PMW KKN-T yang bisa di-extend setelah pelaksanaan KKN wajib, maka program ini diimplementasikan dalam MBKM. “Nantinya, kompetensi ini bisa menjadi Supporting Course atau tambahan mata kuliah yang bisa dimasukkan dalam transkrip,” ungkap Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si.
KKN mempunyai tata tertib yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa, termasuk etika kampus dan etika akademik bagi seluruh civitas. Tujuan dari pendidikan yang diberikan IPB adalah memiliki tiga hal berikut, yaitu seluhur-luhurnya budi, sebanyak-banyaknya karya, dan setinggi-tingginya ilmu.
Kepala LPPM IPB, Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M. Agr., turut menyampaikan pesan bahwa KKN-T saat ini diupayakan agar lebih terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan pengabdian lainnya, lebih terkoneksi, serta terintegrasi dengan program kegiatan masyarakat atau program SGDs dari IPB.
Reporter: Attar Hanif Kautsar dan Ikfanny Alfi Muhibbah Shalihah
Editor: Ikfanny Alfi Muhibbah Shalihah




Tambahkan Komentar