KPK Melemah, BEM KM IPB Lakukan Aksi “SELAMATKAN KPK”

Delapan puluh mahasiswa IPB yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB, Akademi Pergerakan IPB (API), Asrama Kepemimpinan (AK) dan beberapa mahasiswa umum IPB University melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, pada Rabu (2/6) sebagai bentuk keprihatinan atas melemahnya KPK.

Pelaksanaan aksi didorong adanya beberapa kejanggalan keputusan yang dibentuk oleh KPK, di antaranya adalah pemberhentian 75 penyidik KPK yang kemudian diubah menjadi 51 penyidik, sementara 24 lainnya dibina serta kejanggalan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang beberapa pertanyaannya dirasa kurang masuk akal, seperti pertanyaan “Siapkah anda untuk dipoligami?” dan “Pilih Al-Quran atau Pancasila?”.

Othari Gusman, mahasiswa Fakultas Pertanian yang turut andil sebagai peserta aksi berujar, “Yang sangat aneh dalam pemberhentian tersebut adalah dalam daftar 75 penyidik ada satu persamaan mendasar, yaitu semua penyidik sedang memeriksa kasus mega korupsi yang melibatkan nama-nama besar”. Othari juga menilai bahwa pertanyaan yang terdapat dalam TWK tidak bisa dijadikan sebagai dasar wawasan kebangsaan seseorang.

Aksi yang bertajuk “Selamatkan KPK” ini diawali dengan briefing yang dipimpin oleh BEM KM IPB. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian orasi oleh peserta aksi dan Presma KM IPB, Monolog Pancasilawati, Mimbar Bebas, Penandatangan Sikap BEM se-IPB, dan diakhiri dengan Pembacaan Sumpah Mahasiswa.

Menariknya, dalam aksi tersebut terdapat batu nisan bertuliskan “RIP KPK”, rangkaian bunga, serta bendera kuning. Othari menjelaskan bahwa peserta membawa benda-benda tersebut sebagai tanda bahwa kedaulatan KPK untuk memberantas korupsi telah mati.

Para peserta dalam aksinya menuntut Firli Bahuri selaku ketua KPK untuk:
1. Melakukan peninjauan tes alih status anggota KPK.
2. Memberikan kejelasan terhadap 51 anggota yang dinon-aktifkan serta 24 anggota yang akan dibina.
3. Mengembalikan independensi KPK dari segala kepentingan di luar pemberantasan korupsi.

Sayangnya hingga akhir aksi, tidak ada pihak KPK yang keluar menemui para peserta. Meskipun begitu, seluruh rangkaian aksi berjalan lancar tanpa kerusuhan dan peserta tetap mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan, yaitu dengan tetap memakai masker serta menjaga jarak.

Reporter: Az Zahra Kania, Hana Waldah Marian, Nilam Nuraini
Sumber gambar: Dok. Narasumber
Editor: Arum Dwiraswati

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.