Munculnya Omicron di Dramaga Tuai Respons Pro dan Kontra Warga Sekitar IPB Terkait Perkuliahan Luring

Adanya wacana kuliah tatap muka (luring) yang akan dimulai pada tanggal 24 Januari 2022 menuai respons pro dan kontra dari warga sekitar kampus IPB Dramaga Kota Bogor. Ketika diwawancarai pada Senin (17/1) beberapa supir transportasi umum di sekitar IPB berharap dengan adanya kebijakan kuliah tatap muka ini, kegiatan keseharian bisa kembali normal dan penumpang bisa ramai kembali. Namun, pendapat tersebut tak sepenuhnya disetujui masyarakat sekitar. Terdapat masyarakat yang kontra terkait hal tersebut. “Sebaiknya tetap online untuk menghindari penyebaran covid. Namun, melihat antusiasme mahasiswa yang sudah ingin kuliah tatap muka, ya dikembalikan lagi ke pihak kampus gimana baiknya,” ujar Ibu Yayah, salah satu pekerja warteg.

Perkuliahan yang kurang lebih sudah dua tahun berlangsung secara daring, membuat IPB University memberanikan diri menyelenggarakan perkuliahan tatap muka (luring) setelah melakukan pertimbangan yang ada. Kuliah tatap muka (luring) tentunya membawa euforia bagi sebagian besar mahasiswa IPB yang sudah merindukan kehidupan mahasiswa di lingkungan kampus. Tak hanya membawa dampak bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kampus. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan pemasukan bagi pelaku usaha, seperti usaha makanan dan minuman serta transportasi umum.

Meskipun beberapa supir transportasi menginginkan kegiatan kembali normal, mereka menegaskan bahwa protokol kesehatan tetap harus dijaga agar kasus Covid-19 varian baru tidak sampai ke lingkungan kampus. Adanya varian baru dari Covid-19 menjadi alasan beberapa masyarakat kontra terhadap kebijakan kuliah tatap muka (luring). Menurut Ibu Yayah, salah satu pekerja warteg, varian baru Covid-19 ini harus tetap diwaspadai dan kegiatan yang melibatkan banyak orang masih perlu dikurangi.

Kebijakan pemerintah setempat terkait kasus Omicron ini belum terlihat. Beberapa masyarakat mengaku hanya masih mengetahui kebijakan yang terdapat di Kota Bogor. “Mengenai kasus Omicron ini, belum ada kebijakan baru, tetapi di Kota Bogor pemerintah sudah mulai menetapkan kembali,” kata Pak Isnaini salah satu pegawai Ponti Segar. Pemerintah Kota Bogor menerapkan kembali ganjil genap untuk kendaraan bermotor pada jam kerja per 15 Januari 2022 yang lalu. Sosialisasi mengenai kasus Omicron dan bahaya dari virus ini pun mulai gencar dilakukan.

Antusiasme mahasiswa dan masyarakat terkait kuliah tatap muka harus diselaraskan dengan kasus Omicron yang baru-baru ini marak di Indonesia. Protokol kesehatan harus tetap dilakukan dan taat terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebagai bentuk dukungan dari masyarakat guna mencegah penyebaran dan mengurangi kasus yang ada.

Reporter : Tersia Ralesmanti Innocensia, Neng Risviana Anggun Cantika
Ilustrator : Ayu Amalia Sari
Editor : Hasna Amada Ramania

Redaksi Koran Kampus

Redaksi Koran Kampus

Lembaga Pers Mahasiswa
Institut Pertanian Bogor

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.