Para Paslon Terangkan Visi terhadap BEM SI pada Debat Publik Terakhir

Fotografer: Karina Rahmi

Rangkaian dialog dan debat publik memasuki putaran terakhir. Debat terakhir diadakan di Media Center pada Senin (23/09. Acara ini dimoderatori oleh Muhammad Ardi Sutrisbi dengan Redy Hendra Gunawan dan Muhammad Nurdiyansyah selaku panelis.

Tema yang diangkat kali ini mengenai “Arah Gerak BEM KM Melalui Pergerakan dan Keterkibatannya Dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI)”. Seperti biasa, debat diawali dengan penyampaian visi-misi kedua calon.

Terkait masa aksi, Wicak-Maliki meyakini bahwa idealnya sebuah aksi adalah dampak yang ditimbulkan oleh aksi tersebut, bukan kuantitas massa yang hadir. Media sosial menjadi salah satu cara mengemukakan gagasan tentang negeri, tetapi keberanian turun ke jalan tetap menjadi hal terpenting untuk membawa pergerakan.

Wicak-Maliki menyakini, BEM KM merupakan wadah bagi teman-teman mahasiswa dalam menyuarakan pergerakan. Dalam pergerakan, mereka menjelaskan reformasi tidak akan ada jika semua universitas di Indonesia tidak bergabung untuk turun jalan.

“Tidak semua universitas punya napas pergerakan yang sama. Kita ajak mereka untuk bergerak supaya oergerakan ini bukan hanya pergerakan IPB saja. Kita akan melanjutkan perjuangan kita,” ujar Wicak.

Selanjutnya, Zakky-Tamam, menjelaskan IPB akan tetap dalam koridor di arah pergerakan. Tetap meminta bimbingan, lebih tegas dan kritis dalam menanggapi isu-isu yang ada.

Sesuai misi kedua terkait pergerakan berbasis pertanian. Zakky-Tamam menegaskan isu yang diprioritaskan ipb dalam arah pergerakan adalah isu pertanian.

Mereka ingin mengangkat kembali marwah pertanian yang telah luntur selama setahun ini. Mereka menginginkan kedepannya BEM KM IPB menjadi koordinator isu (korsu) pertanian di BEM SI setelah lima bulan ke depan posisi BEM KM IPB sebagai koordinator pusat BEM SI berakhir.

 

Editor: Aditya Mukti

Putri Arum Puspitasari

Tambahkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.